AYOJAKARTA.COM--Kasus penganiayaan yang melibatkan anak mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Mario Dandy Satriyo terus saja menjadi perhatian publik.
Sejak pertama kali terungkap di bulan Februari 2023, kasus ini masih dipenuhi banyak kejanggalan di dalamnya.
Apalagi video terbaru yang memperlihatkan Mario Dandy yang tengah memakai kaos hitam dalam sebuah ruangan.
Hal yang menarik perhatian publik adalah Mario Dandy tampak bisa memakai dan melepaskan kabel ties di tangannya.
Kemudian video yang berbeda yang memperlihatkan penyesalan dari anak Rafael Alun Trisambodo ini yang mengaku menyesal atas perbuatannya tetapi dengan tersenyum riang.
Baca Juga: Terungkap! Otak-atik Hukum Mario Dandy, Ada Rencana Tersembunyi Sebelum Sidang
Sontak kedua video langsung menyedot perhatian dan mendapatkan kritikan dari sejumlah masyarakat yang seakan merasa pesimis terhadap penanganan kasus ini.
Terlebih ada spekulasi yang menyebut bahwa masih ada harta kekayaan dari Rafael Alun yang disembunyikan sehingga dimungkinkan masih ada pengaruh. Sehingga menyebabkan Mario Dandy masih bisa tersenyum tanpa memperlihatkan adanya penyesalan.
Wartawan senior, Aiman Witjaksono membeberkan sejumlah hal dalam Instagram pribadinya terkait dengan kasus penganiayaan terhadap David Ozora.
Beberapa kejanggalan dibahas oleh Aiman Witjaksono bersama dengan ayah David Ozora yakni Jonathan Latumahina dalam acara yang dipandunya, salah satunya ada dugaan mafia di kasus Mario Dandy.
Dalam kasus tersebut, wartawan senior tersebut mengungkapkan beberapa hal salah satunya mengenai invisible hand atau tangan siluman yang turut andil dalam kasus tersebut.
Mulai dari ada dugaan sosok AKBP dibalik Rubicon milik Mario Dandy hingga kronologi asuransi yang dibelokkan yang mungkin membuat keluarga David terpaksa menyetujui untuk berdamai.
Dalam wawancaranya, Jonathan Latumahina mengaku didatangi oleh tiga pria yang diduga aparat pada saat malam kejadian penganiayaan pada Februari 2023.
Menurutnya tiga pria berbadan tegap tersebut terus saja memepet ayah David Ozora untuk menawarkan kasus damai.
Jonathan Latumahina menyebut bahwa ketiga sosok tersebut mengaku sebagai perwakilan dari keluarga Mario Dandy.
Bahkan menurut Ketua GP Ansor tersebut, ketiga pria berbadan tegap yang menemuinya terus saja menunggu hingga 24 jam lamanya.
Bukan itu saja, dalam wawancara bersama dengan Aiman Witjaksono ini, Jonathan Latumahina mengaku ditawari sejumlah nominal dari pihak Mario Dandy.
“Diajak ketemu itu sampai 2x (untuk damai). Iya (agar tidak dikasuskan). Berapapun biayanya kita yang tanggung. Kalau perlu kita ke rumah sakit terbaik,” ujar Jonathan Latumahina dikutip AyoJakarta.com melalui Instagram @aimanwitjaksono, Sabtu (10/6/2023).
Hal yang menariknya lagi, ayah David Ozora juga bilang bahwa ada penyidik dari polsek tidak melakukan apa-apa.
Baca Juga: Digelar Pekan Depan, Pihak Mario Dandy Minta Sidang Lanjutan Langsung ke Pemeriksaan Saksi
Dan hanya bersikap biasa-biasa saja ketika Jonathan didatangi oleh ketiga orang berbadan tegap yang mengaku sebagai keluarga Mario Dandy.
Pada saat itu membuat dirinya semakin curiga adanya kejanggalan, salah satunya mobil Rubicon milik Mario Dandy yang hilang saat di parkir di Polsek Pesanggrahan.
“Saya yah langsung, wah ini mafia ini. Bagaimana bisa mobil yang ditahan dari barang bukti keluyuran untuk menjemput saksi,” tambahnya.***

Share this article
dalam wawancara bersama dengan Aiman Witjaksono ini, Jonathan Latumahina mengaku ditawari sejumlah nominal dari pihak Mario Dandy.