AYOJAKARTA.COM - Marketplace selama ini dikenal oleh masyarakat sebagai tempat untuk jual beli barang kebutuhan.
Namun Nadiem Makarim menggunakannya sebagai sebuah terobosan sebagai tempat untuk rekrutmen guru.
Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memiliki inovasi dengan menggabungkan marketplace dengan pendidikan maka terciptalah rencana kebijakan rekrutmen guru pada marketplace.
Rekrutmen guru pada marketplace yang dicetuskan oleh Nadiem Makarim ini merupakan ide yang cukup menarik dan sebuah terobosan baru bagi pendidikan di Indonesia.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @viralno.1 (31/5/2023), Nadiem Makarim menyampaikan gagasannya tersebut dalam rapat kerja bersama dengan Komisi X DPR pada Rabu (24/5/2023).
Dalam rapat kerja tersebut, hadir pula Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen PANRB) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga: Tuai Banyak Kritikan, Nadiem Makarim Ciptakan Marketplace Guru, Apa Itu? Untung atau Malah Buntung?
Jadi nantinya sekolah dapat melakukan check out guru yang dibutuhkan dan tersedia pada marketplace.
Namun dalam rencana yang dibuat oleh Nadiem Makarim mengenai rekrutmen guru di marketplace, tidak semua guru dapat masuk, kategori guru yang dapat masuk ke dalam sistem ini adalah :
1. Guru honorer yang sudah mengikuti calon guru ASN kemudian dinyatakan lulus passing grade
“Semua guru honorer yang lulus seleksi dan lulus PPG pra jabatan dipersilahkan mendaftarkan diri ke dalam marketplace ini,” ujar Nadiem Makarim.
Baca Juga: Nadiem Makarim Beri Solusi Terkait Nasib Guru Honorer, Apa Saja yang Ditawarkan? Selengkapnya!
2. Guru yang merupakan lulusan pendidikan profesi guru (PPG) pra jabatan. Maka guru-guru baru yang sudah lulus PPG aka bisa masuk ke sistem marketplace
“Kalau seorang guru tadi yang sudah lolos passing grade, sudah direkrut oleh sekolah, maka otomatis menjadi ASN, otomatis menjadi PPPK. Jadi ini mekanisme efisien pada saat ada posisi terbuka,” kata Nadiem Makarim
Bersamaan dengan disampaikannya ide mengenai rekrutmen guru via marketplace, ada juga pengalihan penganggaran gaji dan tunjangan guru ASN yang semula melalui Pemda, kini beralih melalui sekolah.
Baca Juga: Nadiem Makarim bersama Elon Musk akan Berdialog dengan Ratusan Mahasiswa di Bali
Dengan adanya marketplace untuk rekrutmen guru, Nadiem Makarim memastikan bahwa dana untuk pembayaran gaji dan juga tunjangan akan benar-benar dikunci pada marketplace.
Karena pembayaran untuk guru ASN akan menggunakan sistem pembelajaran dari sekolah. Diharapkan rencana kebijakan ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan guru.
Ide ini diusulkan oleh Nadiem Makarim karena ia ingin para guru tidak menerima gaji kecil dan seadanya lagi.***

Share this article
Rekrutmen guru pada marketplace yang dicetuskan Nadiem Makarim ini adalah ide menarik dan sebuah terobosan baru bagi pendidikan Indonesia.