AYOJAKARTA.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, kerap dikabarkan memiliki hubungan yang dekat dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Hal ini terbukti dari Sandiaga Uno yang beberapa kali datang ke acara-acara yang diselenggarakan oleh PPP.
Sandiaga Uno menyampaikan bahwa kedekatannya dengan PPP bukan karena diminta oleh Presiden Joko Widodo.
Sebab, beberapa waktu belakangan ini ramai isu yang menyebut Sandiaga Uno mendekati PPP atas perintah dari Presiden Joko Widodo.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan bahwa kehadirannya dalam berbagai acara PPP merupakan bagian dari tugasnya sebagai Menparekraf.
Kemudian, kehadirannya dalam acara PPP Sandiaga laporkan kepada Presiden Joko Widodo sebagai pimpinannya.
“Mungkin tepatnya adalah saya melaporkan sebagai itu pimpinan saya, saya laporkan bahwa ini kegiatan saya,” kata Sandiaga dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (6/5/2023).
Mengenai keterkaitan antara PPP dengan jabatannya kini, Sandiaga mengungkapkan bahwasannya ia kerap menerima berbagai undangan untuk hadir di berbagai acara PPP.
Namun, kadang kali undangan yang ditujukan kepadanya dituliskan jabatannya sebagai Menparekraf.
Sandiaga memaparkan bahwa apa yang ia laporkan kepada Presiden Joko Widodo masih dalam konteks sebagai Menparekraf.
Adapun salah satu yang ia laporkan kepada Presiden Joko Widodo adalah menerima dan menghadiri undangan dari partai politik.
Baca Juga: Link Nonton Drama Dr. Romantic 3 Episode 3 Sub Indonesia, Bukan LK21 atau IndoXXI
“Justru itu yang saya sampaikan di saat-saat saya tidak bertugas sebagai Menteri, saya menerima undangan tapi kadang-kadang juga undangannya itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di acara sentra ekonomi kreatif, atau di desa wisata,” ungkapnya.
“Apa yang saya laporkan, apa yang saya lakukan selama dalam konteks sebagai anak buah beliau, termasuk menerima undangan dari partai politik,” sambungnya.***

Share this article
Menparekraf, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa kedekatannya dengan PPP bukan karena diminta oleh Presiden Joko Widodo.