AYOJAKARTA.COM--Sebagai Menko Polhukam, Mahfud MD tanggap dengan isu-isu terkini yang beredar di masyarakat termasuk juga dengan seorang pemuda bernama Bima Yudho yang mengkritik Lampung.
Mahfud MD juga mengetahui bahwa akibat kritik yang disampaikan oleh Bima, ia mendapat perhatian dari Bupati Lampung yang mendatangi rumahnya. Bima sendiri masih berada di Australia untuk mengenyam pendidikan, jadi kedatangan Bupati Lampung dinilai publik sebagi bentuk intimidasi.
Menurut Mahfud MD, apa yang dilakukan Bima dengan menyampaikan kritikannya tentang Lampung merupakan hak seorang warga negara.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube R66 Newlitics (18/4/2023), Mahfud MD menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Bupati Lampung merupakan kewajiban moral yang dilakukan oleh kepala daerah.
“Bima ini punya konstitusional untuk menyatakan apalagi demi perbaikan. Bupati itu mungkin tidak punya kewajiban hukum untuk lalu ikut itu karena itu hanya kritik bukan laporan ke aparat hukum tapi ia punya kewajiban moral sebagai pemimpin,” kata Mahfud MD.
Menurut Mahfud MD, pergerakan Bupati Lampung merupakan suatu upaya untuk mencari tahu permasalahan yang ada di Lampung dan ingin menyelesaikannya.
Sama halnya seperti yang dilakukan oleh Mahfud MD ketika ia menjadi Ketua MK, ada orang yang mengkritik perihal MK.
Saat itu Mahfud MD langsung memanggil orang yang mengkritik tersebut, bukan untuk mengintimidasi tetapi untuk meminta bantuan menyelesaikan apa yang dikritik tersebut.
Justru Mahfud MD memerintahkan pengkritik untuk menjadi ketua penyelidikan dan membentuk timnya sendiri dengan biaya penyelidikan ditanggung oleh MK.
Tidak hanya Bupati Lampung saja yang melakukan kunjungan ke rumah Bima, menurut kabar yang beredar ada juga aparat penegak hukum yang mendatangi rumah Bima.
Menanggapi hal tersebut, Mahfud MD mengaku akan mendalami kejadian ini karena ketika penegak hukum diduga melakukan intimidasi maka tidak bisa dibiarkan.
“Tentu saya tidak boleh diam kalau aparat penegak hukum ikut-ikutan soal itu ya,” ujar Mahfud MD.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (17/4/2023), wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim membantah bahwa Bupati Lampung melakukan intimidasi kepada keluarga Bima, justru Bupati Lampung mendatangi keluarga Bima agar keluarganya merasa aman.
“Pak Bupati klarifikasi nggak melakukannya (intimidasi), nah kemudian saya bilang coba datangi biar keluarganya merasa aman,” kata Chusnunia Chalim.
Klarifikasi ini sudah disampaikan pada sosial media Chusnunia Chalim dan juga sosial media Bupati Lampung.***

Share this article
Menurut Mahfud MD, apa yang dilakukan Bima dengan menyampaikan kritikannya tentang Lampung merupakan hak seorang warga negara.