Jurnalis TVRI dan RRI Dirumahkan Dampak Efisiensi Anggaran Pemerintah, DPR RI Berang!

Dalam rapat kerja bersama anggota Komisi VII DPR RI, kritik keras disampaikan terhadap keputusan pemotongan anggaran di TVRI dan RRI.
Dalam rapat kerja bersama anggota Komisi VII DPR RI, kritik keras disampaikan terhadap keputusan pemotongan anggaran di TVRI dan RRI.

AYOJAKARTA.COM - Efisiensi anggaran pemerintah yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo untuk tahun anggaran 2025 kini berdampak luas, termasuk TVRI dan RRI.

Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah mengakibatkan pemotongan belanja mencapai ratusan triliun rupiah di stasiun penyiaran TVRI dan RRI.

Menurut sejumlah sumber, kebijakan ini telah menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan jurnalis.

Dalam rapat kerja bersama anggota Komisi VII DPR RI, kritik keras disampaikan terhadap keputusan pemotongan anggaran di TVRI dan RRI.

Seorang anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan yang juga merupakan mantan penyiar TVRI menyatakan bahwa jika terjadi pemotongan anggaran seharusnya dimulai dari atas yang berarti berdampak pada para direksi.

Pada kenyataannya, imbuh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP, jurnalis yang gajinya sudah jauh di bawah UMR malah menjadi korbannya.

Baca Juga: Review Lengkap Vivo X200 vs Oppo Find X8, Duel Smartphone Kelas Atas tapi Apa Kekurangannya?

"Jika pemotongan dimulai dari atas, seharusnya yang terdampak adalah pimpinan. Namun kenyataannya, yang merugi adalah jurnalis yang gajinya sudah jauh di bawah UMR. Ini sangat merugikan mereka yang bertugas di lapangan, terutama jurnalis di daerah yang pendapatannya sangat minim," ujarnya.

Para anggota DPR menegaskan bahwa langkah pemotongan tersebut seharusnya dilakukan dengan memotong pengeluaran di level manajerial terlebih dahulu.

Dengan demikian tidak memberatkan para karyawan di lapangan.

Akan tetapi, kebijakan yang dijalankan justru mengorbankan para jurnalis, dengan alasan efisiensi anggaran.

Menurut informasi yang diperoleh dari kanal YouTube tvOneNews pada Kamis (13/2), pimpinan lembaga penyiaran publik, baik dari TVRI maupun RRI, telah mengambil keputusan merumahkan sejumlah jurnalis sebagai bagian dari upaya efisiensi.

Di satu sisi, kebijakan ini dipandang sebagai upaya untuk menekan belanja negara sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Dari instruksi tersebut yang menargetkan efisiensi belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp256,1 triliun.

Tak hanya itu, efisiensi anggaran secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp306 triliun.

Dari jumlah tersebut termasuk pemotongan pada pos belanja modal, barang, perjalanan dinas, kegiatan seminar, dan berbagai kegiatan seremonial.

Para jurnalis, terutama yang bekerja di daerah, sangat merasakan dampak langsung dari kebijakan ini.

Sementara itu, mantan penyiar RRI, Erna Sari Dewi mengungkapkan, dulu, setiap berita yang dikirim oleh kontributor mendapatkan honor sekitar Rp100 ribu yang kini turun hingga Rp50 ribu.

Erna menekankan, penurunan honor ini sangat berarti bagi para jurnalis yang gajinya sudah minim, ditambah lagi adanya PHK menjadi sebuah ancaman nyata.

"Bagi kami yang menghidupi keluarga, penurunan ini sangat berarti. Gaji kami yang sudah minim kini semakin memberatkan, dan PHK menjadi ancaman nyata," tegas Erna Sari Dewi mantan penyiar RRI sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Nasdem.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan tidak hanya dari kalangan pekerja media, namun juga dari masyarakat yang mengandalkan keberadaan media publik sebagai sumber informasi yang kredibel.

Aliansi Jurnalis Independen pun menyatakan kekhawatiran atas penurunan kualitas penyiaran jika proses pemotongan terus berlanjut tanpa ada solusi alternatif.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan lembaga pengawasan internal masih mendalami proses penyusunan kembali struktur anggaran di lembaga penyiaran publik.

Sementara itu, para anggota DPR mendesak agar pemotongan dilakukan secara adil, dengan memprioritaskan pemotongan dari tingkat pimpinan agar beban tidak jatuh kepada para jurnalis di lapangan.

Dalam rapat kerja bersama dengan mitra instansi, diskusi terkait efisiensi anggaran terus berlangsung.

Pemerintah diharapkan segera memberikan kejelasan dan solusi agar dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

Baca Juga: Sudah Tahu Belum Cara Mengecek Hasil Seleksi Administrasi PPPK 2024 Tahap 2?

Dengan perintah efisiensi anggaran yang semakin ketat, kasus pemutusan hubungan kerja di TVRI dan RRI menjadi salah satu topik hangat yang mendapat sorotan publik.

Para pihak diharapkan segera menemukan solusi yang tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menjaga kesejahteraan para jurnalis dan keberlangsungan informasi publik yang berkualitas.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# tvri
# rri
# dirumahkan
# Jurnalis

News Update

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.