AYOJAKARTA.COM – Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar Muhamad Misbakhun menilai bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) gagal mendeteksi secara dini.
Terkait dengan kenakalan yang dilakukan oleh para pegawai bawahan Sri Mulyani. Bahkan ia terang-terangan membuka deretan dosa para pejabat di Kemenkeu.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen pada Senin 27 Maret 2023.
Baca Juga: Alhamdulillah! Bantuan PIP 2023 Cair Khusus Golongan Ini, Simak Nama Penerima dan Jadwalnya!
Ia menegaskan bahwa kasus-kasus sebelumnya seperti kasus Gayus Tambunan, Angin Prayitno, dan Rafael Alun berhasil diungkap karena faktor eksternal bukan internal.
“Kalau kita lihat kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat, Gayus itu bukan diungkap oleh internal,” ujar Misbakhun dikutip ayojakarta.com melalui YouTube METRO TV, Selasa (28/3/2023).
“Tapi oleh seorang yang namanya Susno Duadji yang lagi bertarung di antara internal polisi,” sambungnya.
Bukan hanya Gayus Tambunan saja yang menjadi sorotannya, kasus yang terjadi pada Angin Prayitno yang didakwa kasus TPPU.
Baca Juga: Butuh Pinjaman Syariah Online? Berikut 9 Lembaga Terpercaya yang Sudah Terdaftar di OJK!
Menurutnya kasus dari Angin Prayitno dibuka oleh dukun karena mantan pejabat pajak ini mengalihkan hartanya kepada orang lain.
Baru kemudian memakai jampi-jampi agar harta yang didapatkan olehnya tidak hilang.
“Kemudian kasus Angin Prayitno, kasus Angin Prayitno itu dibuka oleh siapa? Oleh dukun, karena Angin mengalihkan hartanya kepada orang lain,” ungkap Misbakhun.
“Kemudian memakai jampi-jampi menebarkan garam di rumah yang dijadikan proxy nya supaya dia berbalik kepada Angin, supaya hartanya Angin tidak hilang,” imbuhnya.
Bahkan kasus yang saat ini sedang viral dan mendapatkan banyak perhatian publik yakni kasus mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo juga ikut dibahas oleh Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar ini.
Menurutnya kasus Rafael Alun juga terungkap oleh pihak eksternal yakni terbuka karena media sosial akibat penganiayaan yang dilakukan oleh anaknya.
“Kemudian kasus RAT ini terbuka, kenapa? Karena media sosial membuka kasus penganiayaan oleh anaknya,” tutur Misbakhun.
Masih ada lagi kasus impor soal tekstil juga dibuka kembali olehnya yang mana menurut politisi Partai Golkar ini yang mengungkapkan kasus tersebut adalah dari pihak Kejaksaan Agung.
Bahkan menurut Misbakhun ada juga kasus sebelumnya terkait Pesta Narkoba yang dilakukan di Pulau Seribu oleh pegawai Kementerian Keuangan juga tak luput untuk dikuliti.
Menurutnya kasus pesta tersebut juga yang mengungkap pihak eksternal, dalam hal ini kepolisian.
Maka dari itu dirinya amat sangat menyayangkan hal tersebut dan mengatakan bahwa Kemenkeu gagal melakukan pencegahan secara dini.***

Share this article
Simak selengkapnya apa yang dikatakan Muhammad Misbakhun terkait kenakalan pegawai Kemenkeu yang terkuak karena faktor eksternal!