AYOJAKARTA.COM---Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terhadap David Ozora terbilang sadis.
Dalam keadaan tak berdaya, Mario tetap melancarkan serangan dan tendangan kepada David.
Alhasil sejak kejadian tersebut pada 20 Februari 2023, David koma tak sadarkan diri di RS. Beruntung akhirnya setelah koma 14 hari, pada Selasa (7/3/2023), David sudah bisa membuka matanya.
Bahkan hampir bersamaan muncul saksi kunci yang melihat penganiayaan oleh Mario Dandy CS itu.
Saksi kunci bernama N ini adalah ibu dari R, teman David yang saat itu sedang dikunjungi David.
Saksi N ini pula yang melihat dari balkon rumahnya ketika Mario menganiaya, dan sosok David terkapar tak berdaya.
Bahkan Shane dan bocah AG yang ada di lokasi kejadian juga tak tampak menyiratkan penyesalan atau sekedar membantu David.
Tindakan penganiayaan tersebut, sempat terhenti ketika N berteriak ...woy, dengan maksud mengundang perhatian dari masyarakat sekitar.
Kini, yang menghebohkan dan bikin geram publik, terungkap keterangan dari N, bahwa terdakwa Mario dan Shane masih bisa asyik bermain gitar usai penganiayaan terjadi.
Dijelaskan Pengacara saksi N dan R, Muanas Alaidid kedua tersangka Mario Dandy dan Shane Lukas ternyata tidak menunjukkan rasa bersalah ketika diamankan di Polsek Pesanggrahan, usai penganiayaan terjadi.
Ironisnya bahkan kedua tersangka masih sempat bermain gitar, menghibur diri satu sama lain setelah menendang dan menginjak-injak David.
Berdasar keterangan N yang juga diperiksa di Polsek Pesanggrahan saat itu, terlihat Shane sempat memainkan gitar untuk menghibur Mario.
"Shane yang main gitar untuk menghibur Mario, tapi mereka semua sama aja itu," kata pengacara saksi N dan R, Muanas Alaidid kepada wartawan, Rabu (8/3/2023) dikutip dari Suara.com
Di sisi lain, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap tindakan brutal yang dilakukan Mariop dalam penganiayaan itu.
Mario diketahui sempat meneriakan kata "free kick" sebelum menendang kepala David hingga kemudian David tak sadarkan diri.
"Ada kata-kata free kick, baru ditendang ke arah kepala seperti tendangan penalti," pungkas Kombes Hengki.

Share this article
Tindakan penganiayaan tersebut, sempat terhenti ketika N berteriak ...woy, dengan maksud mengundang perhatian dari masyarakat sekitar