BMKG Prediksi Gempa di Indonesia, Waspada Terhadap Aktivitas Sesar Ini!

Gempa bumi yang terjadi di Turki menjadi pelajaran bagi Indonesia, terutama bagaimana kondisi lempengan dan potensi dari gempa bumi yang ada di Indonesia.

Gempa bumi yang terjadi di Turki menjadi pelajaran bagi Indonesia, terutama bagaimana kondisi lempengan dan potensi dari gempa bumi yang ada di Indonesia.

AYOJAKARTA.COM- Sebelumnya dikabarkan viral prediksi gempa bumi di Turki dari seorang Profesor asal Belanda, Frank Hoogerbeets.

Profesor yang kabarnya merupakan pihak Solar System Geometry Survey (SSGEOS) ini turut memprediksi soal gempa yang akan terjadi di Jepang, Filipina hingga Indonesia, dengan besar tekannya 8 skala Richter.

"Dari kamchatka, Kepulauan Kuril dan Jepang di utara di atas Filipina dan juga menandai Sulawesi, Halmahera bahkan mungkin Laut Banda, Indonesia," ujar Frank dikutip dari kanal YouTube YouTube SSGEOS.

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Sigi, Sulawesi Tengah M 3.4, Berpotensi Tsunami?

"Konvergensi geometri planet kritis sekitar 2 dan 5 Maret dapat mengakibatkan aktivitas seismik besar hingga sangat besar, bahkan mungkin gempa dorongan besar sekitar 3-4 Maret dan/atau 6-7 Maret," sambungnya.

Akan tetapi prediksi tersebut seolah dibantah oleh Daryono BMKG dalam akun Twitter @DayonoBMGK yang menyatakan bahwa dirinya tidak percaya.

"Saya seismologist, landasan berpikir berdasarkan konsep empirik yang valid, saya tidak termasuk yang percaya prediksi gempa, saya belum percaya prediksi gempa saat ini," tulis akun Twitter @DaryonoBMKG.

"Konsep prediksi gempa banyak, tapi yang valid dan konsisten, akurat belum ada, info prediksi sebagai pesan kesiagaan saja, dalam kontek teori saya skeptis," sambungnya.

Baca Juga: Rawan Bencana di Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Gebrakan Ini untuk Langkah Antisipasinya

Hal ini menyatakan bahwa terkait prediksi dari Frank Hoogerbetts tersebut, hanya dianggap sebagai pesan kesiagaan saja.

Adapun terkait gempa di Indonesia, dapat disebabkan oleh adanya pengaruh sesar yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Daryono juga menegaskan bahwa aktivitas sesar justru lebih banyak berpengaruh menyebabkan gempa bahkan kerusakan yang signifikan.

Seperti pada unggahan Twitternya yang menunjukkan fenomena pohon dan tanah terlihat terbelah karena aktivitas sesar yang menyebabkan lempeng bumi bergeser.

Baca Juga: Tanggap Darurat Bencana, Jokowi Instruksikan Pengiriman Bantuan Secepatnya ke Turki dan Suriah

"Inilah alasan mengapa dilarang membangun bangunan tepat di jalur sesar," tulis keterangan Daryono ketika mengunggah ulang video dari akun @Paleosismolog.

"Rekahan (sesar) permukaan mampu merobek batang pohon," tulis Daryono di tweet yang lain.

Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal Youtube tvOneNews, menurut BMKG terdapat beberapa sesar yang tersebar di wilayah Indonesia dan berpotensi mengakibatkan gempa bumi.

Sesar yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia itu diantaranya Sesar Semangko, Sesar Mentawai, Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Opak, Sesar Kambing dan Sesar Palu Koro.

Baca Juga: UPDATE BMKG! Labuan Bajo, NTT Diguncang Gempa 3.5 Magnitudo, Berpotensi ada Gempa Susulan?

1. Sesar Semangko
Sesar Semangko adalah sesar besar yang membentang dari sisi barat pulau Sumatera, dari Aceh hingga Teluk Semangka, yang memiliki kepanjangan hingga 1.900 kilometer.

2. Sesar Mentawai
Sesar Mentawai berada di wilayah kepulauan Mentawai di barat Pulau Jawa yang membentang dari bagian utara hingga ke bagian selatan, dengan posisi sesar naik dan memanjang.

3. Sesar Cimandiri
Kemudian sesar yang baru-baru ini menjadi penyebab terjadinya gempa bumi Cianjur yakni sesar Cimandiri, yang posisinya membentang dari wilayah Pelabuhan Ratu hingga Subang.

4. Sesar Lembang
Selanjutnya sesar Lembang, sesar yang naik 29 kilometer yang membentang dari Gunung Batu Lembang hingga Padalarang.

Baca Juga: Informasi Terkini, Gempa 2,9 Magnitudo Guncang Pangandaran Jawa Barat Dini Hari Tadi Tidak Berpotensi Tsunami

5. Sesar Opak
Sedangkan sesar Opak merupakan sesar naik yang membentang di dataran tinggi Wonosari hingga wilayah Yogyakarta.

6. Sesar Kambing
Adapula sesar kambing, yang membentang melalui pulau Kambing dengan posisi sesar naik. Dimana tepatnya sesar ini terletak di selatan Madura, Jawa Timur.

7. Sesar Palu Koro
Kemudian ada sesar Palu Koro yang mendatar, dari Teluk Palu hingga Lembah Bone, yang mana membelah Pulau Sulawesi. Dimana sesar Palu Koro ini yang terbentuk karena adanya benturan Indo-Australia dan Lempengan Pasifik.***)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.