Andre Rosade Sebut Kebijakan Baru Distribusi LPG 3 Kg untuk Atasi Kelangkaan dan Penyelewengan

Warga antre membeli gas LPG 3 kg bersubsidi di salah satu pangkalan di Jalan Terusan Suryani, Kota Bandung, 3 Februari 2025.
Warga antre membeli gas LPG 3 kg bersubsidi di salah satu pangkalan di Jalan Terusan Suryani, Kota Bandung, 3 Februari 2025.

AYOJAKARTA.COM - Perubahan skema distribusi gas LPG 3 Kg atau yang dikenal dengan gas melon terus menuai perhatian publik.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosade, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini bertujuan untuk mengatasi kelangkaan dan memastikan harga gas yang terjangkau bagi masyarakat yang berhak.

Dalam diskusi yang diadakan baru-baru ini, Andre menyatakan bahwa kelangkaan gas LPG 3 Kg tidak terjadi karena pasokan yang terbatas.

Terjadinya kelangkaan ini disebabkan karena peralihan mekanisme distribusi yang semula melalui pengecer ke pangkalan.

“Pemerintah melalui Menteri SDM menginstruksikan kepada Pertamina untuk memastikan distribusi hanya sampai di pangkalan. Hal ini bertujuan agar harga gas tetap terkontrol dan tidak melonjak di tingkat pengecer, yang seringkali membuat masyarakat harus membeli dengan harga yang lebih tinggi,” jelas Andre.

Baca Juga: Mudah! Cara Cetak Kartu NRG Online melalui Laman Kemendikbud, Berlaku bagi Guru di 2 Kementrian Ini

Sebelumnya, kelangkaan LPG 3 Kg kerap terjadi karena kontrol harga hanya terbatas di tingkat pangkalan, sementara pengecer bebas menentukan harga.

Hal ini menyebabkan perbedaan harga yang signifikan, bahkan mencapai Rp30.000 per tabung.

Melalui kebijakan baru ini, masyarakat diharapkan dapat membeli langsung dari pangkalan dengan harga yang lebih terjangkau.

Andre menegaskan bahwa meskipun masyarakat kini harus membeli gas 3 Kg langsung dari pangkalan, hal ini tidak akan menyebabkan kelangkaan.

"Memang agak merepotkan karena tidak bisa membeli di warung atau pengecer, tetapi setiap desa kini memiliki pangkalan yang melayani pembelian gas 3 Kg. Masyarakat cukup membawa KTP untuk membeli langsung," ujarnya.

Baca Juga: 8 Fitur Unggulan yang Ada di iPhone 16, Penggemar Apple Wajib Tahu!

Selain itu, Pertamina membuka kesempatan bagi pengecer yang sebelumnya menjual gas 3 Kg di warung untuk naik kelas menjadi pangkalan.

Dengan catatan, mereka memenuhi ketentuan yang berlaku, hal ini diharapkan bisa memberi solusi bagi pengecer yang terdampak kebijakan ini.

Meski tetap akan ada tantangan. Andre mengakui adanya praktik penyalahgunaan, seperti individu yang mampu namun tetap membeli gas bersubsidi untuk keuntungan pribadi.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengawasan yang ketat melalui kebijakan baru ini.

Komisi VI DPR RI mendorong agar pemerintah dapat memperbaiki sistem pendataan dan memastikan bahwa hanya masyarakat yang berhak, yakni golongan yang tidak mampu, yang bisa membeli LPG 3 Kg.

"Pertamina sudah mendata masyarakat yang membeli gas 3 Kg. Ke depan, kita harap ada regulasi yang lebih jelas untuk membatasi siapa yang berhak membeli gas subsidi ini," lanjutnya.

Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, ia menyarankan agar Pertamina bekerja sama dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah dalam mengawasi distribusi gas 3 Kg.

Hal ini diharapkan bisa meminimalisir penyelewengan dan memastikan masyarakat kecil mendapat manfaat yang maksimal.

Terkait nasib pengecer, politisi Partai Gerinda ini mengungkapkan bahwa Pertamina memberikan peluang bagi mereka untuk mengubah status mereka menjadi pangkalan.

Sejak November 2024 lalu, Pertamina sudah melakukan sosialisasi kepada pengecer untuk memenuhi ketentuan dan menjadi pangkalan resmi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 300.000 pengecer sudah mengubah status mereka.

"Pertamina membuka akses kepada pengecer untuk beralih menjadi pangkalan. Ini merupakan langkah penting agar UMKM yang menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia tidak terganggu," ujar Andre.

Meskipun kebijakan baru ini mulai berlaku pada 1 Februari 2025, pemerintah memberikan waktu satu bulan untuk melakukan adaptasi terhadap sistem distribusi LPG 3 Kg yang baru.

Harapannya, kebijakan ini akan berjalan dengan baik dan membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat kecil.

Baca Juga: Terungkap! Penyebab iPhone 16 Belum Bisa Dijual di Indonesia, Ada Syarat yang Harus Dipenuhi Apple

Melalui kebijakan ini, diharapkan masyarakat yang berhak bisa memperoleh gas bersubsidi dengan harga yang terjangkau.

Sementara penyalahgunaan dan penyelewengan yang terjadi dalam distribusi dapat ditekan seminimal mungkin.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Andre Rosade
# penyelewengan
# kelangkaan
# Wakil Ketua Komisi VI DPR RI
# LPG 3 KG
# gas 3 kg

News Update

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.