AYOJAKARTA.COM - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono meminta kepada masyarakat agar tidak mengabaikan atau awam dengan jalur sumber gempa.
Daryono mengungkapkan, masyarakat harusnya mengetahui jalur sumber gempa setidaknya di wilayah tempatnya tinggal.
Hal ini disampaikan oleh Daryono melalui cuitan pada akun twitternya yang diunggah Kamis, 15 Februari 2023.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun twitter @DaryonoBMKG, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami itu mengungkapkan hal tersebut sebagai acuan bagi masyarakat dalam melakukan mitigasi gempa.
“Untuk acuan mitigasi gempa, maka masyarakat seyogyanya tidak boleh awam abai dengan jalur sumber gempa di daerah tempat mereka tinggal,” tulis Daryono melalui cuitannya.
Menurutnya, masih terdapat banyak sumber gempa sesar aktif kerak dangkal yang belum teridentifikasi dan juga belum terpetakan.
Sementara itu, BMKG telah melakukan monitoring dan mendapatkan hasil bahwa terdapat banyak kluster gempa aktif di luar jalur sesar yang sebelumnya telah terpetakan.
Baca Juga: Kabar Gembira! Biaya Haji 2023 Sah Menjadi Rp49,8 Juta, Bagaimana dengan Jamaah Lunas Tunda?
“Masih banyak sumber-sumber gempa sesar aktif kerak dangkal yang belum teridentifikasi dan belum terpetakan, hasil monitoring BMKG menunjukkan banyak kluster gempa aktif di luar jalur sesar yang telah terpetakan,” terang Daryono BMKG.
Gempa Jayapura
Sebelumnya, rangkaian gempa bumi tektonik telah terjadi di Jayapura sejak awal tahun 2023 yang membuat cemas masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Gempabumi dan BMKG Daryono, masih melalui akun twitternya menyampaikan hasil analisis pribadinya tentang gempa tersebut.
Daryono menilai bahwa fenomena gempa bumi yang terjadi di Jayapura termasuk dalam Black Swan Earthquakes.
Artinya, gempa tersebut belum terpetakan secara detail sumbernya dan berada di luar prediksi dari para ahli.
Tak hanya itu saja, gempa ini memberikan dampak secara langsung dengan membuat kerusakan dan kecemasan di tengah masyarakat.
Gempa Jayapura ini disebut-sebut sebagai salah satu peristiwa yang langka atau jarang terjadi selama ini.
“Secara pribadi menurut saya, fenomena Gempa Jayapura tmsk “Black Swan Earthquakes” : Belum terpetakan dengan detil sumbernya, di luar prediksi para ahli, berdampak merusak dan membuat cemas masyarakat, peristiwa gempa yang langka - jarang terjadi,” cuit Daryono.***

Share this article
Sementara itu, BMKG telah melakukan monitoring dan mendapatkan hasil bahwa terdapat banyak kluster gempa aktif di luar jalur sesar.