AYOJAKARTA.COM--Majelis hakim PN Jakarta Selatan akhirnya menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepada Bharada E alias Richard Eliezer.
Vonis hukuman ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU terhadap Richard Eliezer yakni 12 tahun penjara, dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
"Kepada Richard Eliezer silakan berdiri, "terdengar perintah hakim
"Mengadili satu, menyatakan terdakwa Richard Elizer Pudihang Lumiu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana, " tegas Hakim Wahyu Santoso.
Baca Juga: Viral! Beredar Foto Ferdy Sambo dan Putri Candrawati Saat Muda, Netizen: FS Muda Kaya Icad
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,".
"Menetapkan penangkapan dan lamanya masa penanganan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,"
"menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan, menetapkan terdakwa sebagai saksi pelaku yang bekerjasama atau Justice collaborator,".
"Menyatakan barang bukti adalah sebagaimana dalam surat jaksa tuntutan penuntut umum, membebankan terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5.000, " kata Hakim Wahyu Santoso
Diketahui kedua oragtua Eliezer memantau sidang Vonis putranya melalui tayangan televisi di rumah.
Dari kanal Youtube KompasTV, Rabu (15/2/2023) tampak ibunda Bharada Eliezer dan sang ayah menyimak tayangan televisi dengan wajah tegang.
Keduanya mengenakan kaos bergambarkan putra tercintanya yang mengenakan masker.
Baca Juga: DIBONGKAR! Novel Baswedan Preteli Dugaan Kejahatan Lain yang Ditutupi oleh Ferdy Sambo, Apa Saja?
Begitu mendengar putusan hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan kepada Richard Eliezer, kedua orangtua Eliezer langsung bersorak, penuh kebahagiaan.
Keduanya langsung berpelukan, disusul kemudian seorag perempuan diduga adalah adiknya Eliezer.
Kebahagiaan yang penuh air mata itu, kemudian disyukuri ayah dan ibunda Eliezer dengan melakukan sujud syukur.

Share this article
Tampak ibunda Eliezer dan sang ayah menyimak tayangan televisi dengan wajah tegang, hingga akhirnya tangis mereka pecah dan lakukan ini