Jelang Vonis, Isu Gerakan Bawah Tanah Heboh Lagi, Eks Hakim Agung: Hal Biasa untuk Meneror Majelis Hakim

 Terdakwa Ferdy Sambo menunggu vonis hukuman atas kasus pembunuhuan Brigadir Yosua, pada pekan depan
Terdakwa Ferdy Sambo menunggu vonis hukuman atas kasus pembunuhuan Brigadir Yosua, pada pekan depan

AYOJAKARTA.COM---Menyebarnya isu gerakan bawah tanah untuk bebaskan Ferdy Sambo, jelang pembacaan vonis oleh Hakim terhadap terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua memicu tanggapan dari berbagai pihak.

Salah satunya Djoko Sarwoko mantan Hakim Agung memberikan tanggapan terkait adanya gerakan bawah tanah dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Bahkan, Djoko Sarwoko menyebut gerakan bawah tanah tersebut dianggap wajar dalam suatu persidangan, namun tentunya diharapkan itu tidak menggoyahkan atau mempengaruhi terhadap putusan majelis Hakim.

Baca Juga: TRAGIS! Derita Terdakwa Obstruction Of Justice, Anak Harus Periksa Psikis Hingga Dibohongi Dinas Luar Negeri!

"Sebenarnya ya, itu bisa saja terjadi, tapi Hakim di sini selalu waspada, saya lihat Ketua Majelis Hakim cukup berpengalaman untuk memutus perkara ini dengan baik dan benar," ujar Djoko Sarwoko dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews pada Selasa, 7 Februari 2023.

Menurut Djoko Sarwoko, gerakan bawah tanah ini bisa saja merupakan isu atau rumor yang dengan sengaja dilakukan seolah meneror Hakim.

"Kekhawatiran adanya gerakan bawah tanah itu, mungkin bisa benar, mungkin juga tidak, tapi itu hal biasa, disebarkan isu-isu untuk menjatuhkan atau meneror Majelis hakimnya," ungkap Djoko Sarwoko.

Selain itu, ada tanggapan dari seorang Praktisi Hukum yakni, Palmer Situmorang yang menurutnya saat ini hanya mempertimbangkan berat ringannya untuk para terdakwa.

Baca Juga: Angka Sial! Misteri di Balik Sidang Vonis Tanggal 13, Benarkah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Bakal Apes?

"Sangat berlimpah bukti disitu untuk Hakim memutuskan, Hakim sebenarnya sekarang ini hanya mempertimbangkan berat ringannya karena kesepakatan mereka bersalah tidaknya tentu sudah mereka baca dari alat bukti dan semuanya dari kemarin-kemarin," jelas Palmer Situmorang.

Kemudian Palmer Situmorang mengungkapkan bahwa tidak perlu khawatir akan adanya rumor tersebut, memang diperlukan tentunya menjadikan Hakim lebih waspada.

"Dan gak usah resah, khawatir, itu diperlukan, pada umumnya publik suka menyuarakan melalui media, semakin banyak diberitakan Hakim akan menjadi lebih eling (sadar), lebih waspada," ujar Palmer Situmorang.

Terkait hal itu, Martin Simanjuntak selaku penasehat hukum keluarga Brigadir Yosua mengungkapkan harapan kliennya agar Hakim memutuskan seadil-adilnya.

Baca Juga: Ungkap Fakta di Balik Tingginya Tuntutan Bharada E, Kamaruddin Simanjuntak: PC Terlalu Banyak Duitnya

"Harapan dari keluarga korban, Hakim jangan sampai tergoda, atau terintimidasi, kemarin sudah ada upayanya, bayangin orang terdekat hakim mengshoot video, kami harapkan negara bisa mengamankan orang-orang ini agar tidak berkeliaran sehingga bisa mempengaruhi Hakim," ungkap martin Simanjuntak.

Kemudian ada tanggapan dari Febri Diansyah selaku penasihat hukum Putri Candrawathi, yang menurutnya ia tidak mengetahui perihal gerakan bawah tanah.

"Kami gak tahu soal itu ya, dan harapan kami sederhana, Majelis hakim memutus tanpa pengaruh faktor-faktor non hukum," ucap Febri Diansyah.

Baca Juga: Heboh Isi Whatsapp Yosua pada Putri Candrawathi yang Tak Pernah Dibahas di Sidang, Irma Hutabarat: Soal Ini

"Betul-betul hanya fakta di persidangan, kemudian doktrin-doktrin hukum dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku yang kemudian dijadikan pertimbangan oleh Majelis Hakim," sambungnya.

Bahkan Febri Diansyah mengungkapkan bahwa pelaku memang harus dihukum, tapi bagaimana jika ada salah satu dari mereka dalam kasus pembunuhan berencana ini yang sebenarnya bukan pelaku.

"Pelaku harus dihukum, pelaku pembunuhan tidak mungkin kemudian tidak dihukum, dihukum lah seadil-adilnya, yang jadi problem adalah bagaimana kalau ada orang-orang yang sebenarnya bukan pelaku," ungkap Febri Diansyah.

Baca Juga: Bagaimana Jika Ferdy Sambo Dihukum Mati? Ketua IPW: Perlawanan Kian Keras, Tak Hanya 2 Indikasi yang Dibongkar

"Apakah dia memang tidak berbuat dan tidak terlibat, dalam pembunuhan berencana ataupun pembunuhan yang terjadi, atau orang yang pernah menolak untuk diminta tembak ataupun apa istilahnya dalam persidangan," sambungnya.

Menurut Febri jika benar adanya gerakan bawah tanah seperti yang tersebut, diharapkan tidak berpengaruh pada putusan hukum.

"Jangan sampai, putusan-putusan hukum dipengaruhi oleh gerakan-gerakan yang tadi disebut ya, jangan sampai dipengaruhi informasi-informasi yang tidak benar, hoaks misalnya," jelas Febri Diansyah.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pembunuhan Brigadir J
# gerakan bawah tanah
# Djoko Sarwoko
# Sidang Vonis
# Ferdy Sambo
# teror

News Update

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.