AYOJAKARTA.COM – Pembacaan pledoi atau pembelaan terdakwa Putri Candrawati serta Richard Eliezer sudah diketahui masyarakat luas.
Saat pledoi dibacakan di persidangan, publik kembali menyoroti hal-hal kecil yang dilakukan oleh Putri Candrawati maupun Richard Eliezer.
Richard Eliezer diketahui membacakan pledoi dengan tangan bergetar, sementara Putri Candrawati banyak diselingi tangisan.
Melalui kuasa hukum terdakwa Eliezer, Ronny Talapessy mengungkapkan bahwa ia dan tim sudah berusaha semaksimal mungkin.
“Kami sudah melakukan yang terbaik, waktunya berdoa dan serahkan ke majelis hakim,” terang Ronny kepada media.
Baca Juga: Makin Keren! WhatsApp Siapkan Fitur Baru Editor Teks, Bisa Diubah Sesuai Keinginan, Canggih Nih
Mengenai optimisme bahwa kliennya akan mendapatkan keringanan hukuman, Ronny percaya keadilan juga ada untuk orang kecil.
“Jadi keadilan itu bukan hanya milik segelintir orang mampu dan kaya saja, tapi orang kecil juga punya,” tambahnya.
Sehubungan dengan tulisan tangan yang ditulis dengan kejujuran oleh Eliezer, Ronny juga memberikan keterangan.
“Sekarang ini kita sudah krisis orang yang mau berkata jujur, tapi dalam kasus ini Richard Eliezer menunjukkan nilai yang baik untuk banyak orang,” jelas Ronny.
Meski demikian, Ronny tetap mempercayakan bahwa segala keputusan terkait dengan kliennya bergantung pada kebijakan majelis hakim.
Terkait dengan kondisi tangan Richard Eliezer yang gemetar ketika membacakan naskah pembelaan yang ia tulis tangan, pakar Gestur Monica Kumalasari memberi tanggapan.
“Bergetarnya adalah suatu tanda bahwa hal ini mengikuti dengan ekspresi atau emosi yang paling dalam,” tutur Monica.
Bergetarnya tangan Richard Eliezer, masih menurut Monica juga bisa dimaknai sebagai bentuk beragamnya rasa terkait nasibnya sebagai terdakwa.
Baca Juga: Masa Tahanan Ferdy Sambo Cs Diperpanjang 30 Hari, Humas PN Jaksel Pastikan Vonis Segera Diputuskan
Sementara ketika dimintai penilaian tentang ekspresi tangis yang dilakukan Putri Candrawati ketika membacakan pledoi, Monica menganggap Putri masih sama.
“Tangisan ini memang kita lihat juga pada saat persidangan sebelumnya,” jelas Monica Kumalasari pada media.
Monica juga menambahkan, atas adanya kesamaan tersebut masyarakat luas bisa menilai konsistensi Putri Candrawati dalam memperlihatkan emosi.
“Saya tidak melihat ada persepsi publik yang berubah dari sebelumnya, isak tangis Putri hampir selalu ada di setiap persidangan,” terang Monica.
Baca Juga: 3 Zona Pembangkit Gempa Bumi Ini Menjadi Jawaban Kenapa Wilayah Jawa Barat Sering Terjadi Guncangan
Lebih lanjut Monica menjelaskan bahwa isak tangis bisa merupakan sesuatu yang dirasakan terlebih dahulu kemudian diekspresikan.
Kemungkinan lainnya adalah isak tangis bisa juga merupakan sesuatu yang di generate terlebih dahulu, untuk menimbulkan ekspresi sedih.
Atas adanya kemungkinan makna tangis yang sering dilakukan oleh Putri Candrawati dalam persidangan, Monica menambahkan.
“Fungsi dari emosi yang ditampilkan adalah untuk mendapatkan empati dari orang lain,” pungkas Monica, dilansir AyoJakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV, Senin (30/1/2023).
Lebih lanjut Monica menjelaskan bahwa ekspresi mikro di wajah Eliezer lebih merupakan usaha menyembunyikan perasaan yang tetap bisa dirasakan. ***

Share this article
Richard Eliezer diketahui membacakan pledoi dengan tangan bergetar, sementara Putri Candrawati banyak diselingi tangisan.