AYOJAKARTA.COM - Beberapa gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa Barat akhir-akhir ini membuat masyarakat semakin waspada.
Salah satunya adalah gempa susulan yang terus terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur.
Gempa bumi tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga Cianjur yang wilayahnya telah dipetakan oleh para ahli merupakan zona berbahaya karena pergerakan sesar.
Baca Juga: TERPOPULER: Mahfud MD Harap Ada Angin Segar untuk Bharada Richard Eliezer Bebas dari Hukuman
Beberapa wilayah seperti Jakarta Selatan dan Purwakarta pun ikut merasakan gempa tersebut.
Selain itu, masyarakat yang kurang mendapatkan informasi terkait penyebab-penyebab gempa, menganggap gempa bumi tersebut merupakan pergerakan dari zona subduksi megathrust.
Hal ini menyusul sebuah penelitian yang memperkirakan bahwa gempa megathrust akan melanda antara pulau Jawa dan pulau Sumatra.
Meskipun demikian dikutip Ayojakarta.com melalui akun YouTube Harian Kompas (25/1/2023), dijelaskan bahwa berdasarkan interpretasi model gempa dan tsunami area yang paling terdampak jika terjadi gempa adalah Pandeglang, Lebak, Sukabumi, Cianjur, Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul serta Pacitan.
Selain itu, para ahli ilmu kegempaan pun kini terus memantau pergerakan dari sesar-sesar yang ada di sekitar Jawa Barat dan DKI Jakarta yang merupakan salah satu penyebab gempa bumi.
Namun selain sesar-sesar yang sudah sering dibicarakan muncullah sebuah nama sesar yang berada di wilayah Jawa Barat bernama Garsela atau Garut selatan.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube Kompas.com (25/1/2023), sesar ini merupakan salah satu yang aktif di Wilayah Jawa Barat bagian selatan.
Sesar ini memiliki struktur memanjang dari selatan Garut menuju ke selatan Bandung sepanjang 42 km.
Sesar Garsela memiliki dua segmen yaitu segmen Rakutai di bagian sepanjang utara 19 km dan segmen Kencana di bagian selatan sepanjang 17 km.
Gempa bumi yang terdeteksi pada zona sesar Garsela kebanyakan memiliki pola zona sesar geser.
Jika mengamati pola aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat mengarah ke barat daya hingga timur laut.
BMKG telah mencatat bahwa sesar Garsela ini merupakan salah satu struktur sesar yang paling aktif di Jawa Barat.
Dalam sebuah artikel yang dimuat dilaman AyoSemarang.com dengan judul "Sepak Terjang Sesar Garsela Sebabkan Gempa Bumi di Jawa Barat Sejak 2008, Seberapa Berbahaya?" beberapa rentetan gempa tercatat pada sesar tersebut antara lain:
1.Salah satu goncangan yang merusak yang berpusat di sesar Garsela terjadi tanggal 18 Juli 2017 yang kekuatannya M 3,7 menimbulkan kerusakan sekitar areal Kamojang, Garut.
2. Kemudian tanggal 1 November 2020, gempa mengguncang Bandung dan Garut dengan Magnitudo 4,0.
3. Tanggal 1 Desember 2021 berkekuatan M 3,7
4. Tanggal 4 Desember 2021 dengan Magnitudo 2,9
5. Tanggal 7 Desember 2021 dengan M 2,8
6. Awal tahun 2022 tepatnya 19 April 2022 mencapai Magnitudo 3,4
7. Terakhir, 28 April 2022 jam 22.04 WIB berkekuatan M 2,3

Share this article
Sesar ini memiliki struktur memanjang dari selatan Garut menuju ke selatan Bandung sepanjang 42 km. Kenali lebih dekat!