AYOJAKARTA.COM - Peristiwa pelecehan seksual yang diklaim oleh Putri Candrawathi telah terjadi pada dirinya hingga saat ini diragukan oleh banyak pihak.
Meskipun dalam persidangan Putri Candrawathi selalu menunjukan ekspresi kesedihannya dengan tangisan, namun hal itu tak cukup juga membuat beberapa pihak percaya bahwa ia mengalami kekerasan seksual yang diklaimnya tersebut.
Hal ini dikarenakan hingga saat ini tidak ada bukti visum yang dapat membuat semua pihak mempercayainya.
Bahkan, Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso yang sedang menangani kasusnya sempat mempertanyakan terkait hal tersebut.
"Cerita saudara kami mempertanyakan, kenapa tidak dibawa untuk di visum dan kenapa tidak diadakan itu," ucap hakim Iman, dikutip dari siaran TV One, Kamis, 12 Januari 2023.
"Karena ada banyak hal yang dipertanyakan, selama di persidangan ini kejadian di Magelang hanya diterangkan oleh kesaksian saudara dan suami saudara saja, dari keterangan seperti Susi, Richard, Ricky maupun Kuat tidak ada yang tau mengenai peristiwa peristiwa Magelang itu," tambah hakim.
Hakim pun juga mempertanyakan alasan Putri Candrawathi tidak melakukan pemeriksaan ke dokter sama sekali terkait kemungkinan penyakit PMS (Penyakit Menular Seksual) yang dapat terjadi pada korban kekerasan seksual.
Selain itu hakim juga pertanyakan perihal protokol kesehatan yang ketat yang ia terapkan di dalam lingkungannya, tapi ia tidak segera memeriksakan kondisinya.
Baca Juga: Chuck Putranto Akui Sempat Baca Chat WA Putri Candrawathi dan Brigadir J, Isinya Bikin Terkejut!
Selain itu, dalam sebuah acara talkshow yang ditayangkan di TV One, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak memberikan komentar terkait alasan Putri Candrawathi tidak melakukan visum tersebut.
Martin mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara melakukan tindakan visum dengan perasaan cinta dari suami.
"Tidak ada bedanya dengan menginformasikan diperkosa dengan tindak visum dengan daya tarik atau kecintaan suami, kalau sudah menyampaikan diperkosa ya sekalian aja visum, kalau visum itu dikaitkan dengan suami tidak cinta itu tidak relevan," jelas Martin.
Martin Simanjuntak juga menyatakan pendapat berdasarkan hasil analisisnya terkait keragu-raguan Ferdy Sambo tentang peristiwa di Magelang yang tertuang pada BAP-nya.
Baca Juga: Martin Simanjuntak Sindir Drama Putri Candrawathi Tambah Bagus: Seharusnya Dilakukan Sejak Awal
"Ferdy Sambo pun di dalam BAP bahwa peristiwa Magelang itu halusinasi, jadi secara alam bawah sadar saat disampaikan itu analisis saya ya, Ferdy Sambo yakin sekali bahwa di Magelang itu tidak terjadi, sehingga yang dia nilai itu ekspresi istrinya tetapi ia tidak bisa pastikan, " ucap Martin.
"Oleh karena itu ia menghabisi ini di Duren tiga, kenapa karena dia tidak spontan karena dia merencanakan, bahkan istrinya pun masih dibiarkan isoman bareng di duren tiga, jadi kalau yang saya lihat Ferdy Sambo itu marah bukan karena yakin diperkosa, karena iba saja sama istrinya," pungkas Martin Simanjuntak.***

Share this article
Peristiwa pelecehan seksual yang diklaim oleh Putri Candrawathi telah terjadi pada dirinya hingga saat ini diragukan oleh banyak pihak.