Berani Nih! Penasihat Hukum Ferdy Sambo Interupsi dan Ingatkan Hakim Ketua Sidang Pembunuhan Yosua

Berani Nih, Penasihat Hukum Ferdy Sambo Interupsi dan Ingatkan Hakim Ketua Sidang Pembunuhan Yosua

Berani Nih, Penasihat Hukum Ferdy Sambo Interupsi dan Ingatkan Hakim Ketua Sidang Pembunuhan Yosua

AYOJAKARTA.COM – Sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat terus menjadi perhatian publik.

Meski sudah berlangsung sejak Oktober 2022, ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang disiarkan televisi nasional tetap saja menjadi tontonan banyak orang.

Apa yang terjadi di sana, baik itu menyangkut Hakim, para terdakwa, penasihat hukum, Jaksa Penuntut Umum, maupun pengunjung tidak lepas dari sorotan.

Yosua Hutabarat tewas ditembak pada 8 Juli 2022 di kediaman dinas Ferdy Sambo alias FS di Kompleks Polri Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat itu, FS masih menjadi Kadiv Propam Polri.

Lima orang menjadi terdakwa dalam perkara itu. Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Richard Eliezer alias Bharada E yang juga menyandang status justice collaborator.

Para terdakwa itu dikenakan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP, dengan subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat ke-1 KUHP. Pelanggaran terhadap Pasal 340 bisa mendapat hukuman terberat yakni hukuman mati.

Baca Juga: Momen Jokowi Pura-pura Batuk Gara-gara Pidato Yusril Ihza Mahendra di Acara PBB, Eh Malah Dapat Tepuk Tangan

Baca Juga: Tangisan Putri Candrawathi Cerita Pelecehan Seksual, Hakim Morgan Simanjuntak: Lama-lama, Hakim Ikut Nangis

Pada sidang Selasa 10 Januari 2023, penasihat hukum Ferdy Sambo menarik perhatian karena berani menginterupsi Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso.

Kejadiannya bermula ketika Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso menanyakan kronologi peristiwa di rumah dinas FS di Duren Tiga kepada Ferdy Sambo.

Mantan jenderal berbintang dua itu menjelaskan bahwa dia dilapori Putri Candrawathi bahwa Yosua melakukan pelecehan kepada istrinya itu.

Setelah Yosua tiba, Ferdy Sambo meminta mendiang untuk berdiri di depannya yang saat itu ditemani oleh terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E.

“Kemudian saya mengingat lagi kejadian yang menimpa istri saya, saya bertanya kepada Yosua waktu itu. ‘Kenapa kamu tega kurang ajar sama ibu?’,” kata Ferdy Sambo seperti ditayangkan oleh Kompas TV.

Yosua, menurut Ferdy Sambo, menjawab pertanyaannya itu dengan nada menantang.  “Jawaban yang diberikan oleh Yosua itu ee saya lihat, menantang saya.”

Hakim Ketua lantas bertanya kepada Ferdy Sambo seperti apa jawaban dari Brigadir J.

“Tega apa komandan?” demikian kata Ferdy Sambo sambil menirukan jawaban dari Yosua.

Mantan Kadiv Propam Polri itu kemudian mengulangi perkataannya kepada Brigadir J.

“Kamu kurang ajar sama Ibu!” katanya.

Hakim Ketua Iman Wahyu meminta Ferdy Sambo melanjutkan ceritanya.

“Saya marah sekali dengan jawaban seperti itu. Akhirnya kemudian saya perintahkan Richard untuk hajar Yosua,” ungkap Ferdy Sambo.

Mendengar ucapan Ferdy Sambo, Hakim Ketua meminta penjelasan lebih rinci bagaimana dia memerintah Richard Eliezer alias Bharada E. “Bagaimana saudara memerintahkan saudara Richard untuk menghajar?”

Baca Juga: Cermat, Penasihat Hukum Ferdy Sambo Interupsi Hakim Ketua Soal Perintah FS kepada Richard alias Bharada E

Baca Juga: Lagi-lagi, Kuat Maruf Bikin Majelis Hakim dan Pengunjung Sidang Pembunuhan Yosua Tertawa

Bunyi perintah Ferdy Sambo kepada Richard Eliezer memang menjadi salah satu poin yang pengen digali oleh Majelis Hakim.

“Hajar Cad, kamu hajar Cad. Akhirnya kemudian Richard keluarkan senjata, dia kokang kemudian nembak maju sampai dengan Yosua jatuh, Yang Mulia,” ujar Ferdy Sambo menjelaskan.

Penjelasan itu sontak membuat Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso mengingatkan Ferdy Sambo.

“Saudara terdakwa saya ingatkan bahwa dari keterangan terdakwa Richard, terdakwa Ricky Rizal, maupun terdakwa Kuat Maruf di persidangan tidak ada yang menerangkan bahwa saudara sempat bercakap-cakap dengan korban,” begitu penegasan Hakim Ketua.

Wahyu Iman Santoso kemudian melanjutkan penjelasannya.

“Tetapi saudara langsung, begitu melihat korban, mereka mengatakan hal yang sama, yaitu ‘jongkok kamu’. Dan korban mengatakan ‘ada apa, Pak… ada apa, Pak’. Tetapi pada saat yang bersamaan saudara mengatakan ‘kamu kok tega sekali’.”

Lantas Hakim Wahyu bertanya lagi kepada Ferdy Sambo untuk meminta penegasan.

“Tidak ada percakapan itu (dari penjelasan) di antara tiga terdakwa yang sudah memberikan keterangan. Bisa saudara jelaskan?”

Di momen itulah kemudian penasihat hukum Ferdy Sambo melakukan interupsi seraya mengingatkan Hakim Ketua.

“Izin Yang Mulia, saya mohon maaf. Saya interupsi sedikit. Saya menonton keterangan terdakwa Kuat Ma’ruf. Percakapan yang itu ada. Mohon maaf, saya tadi kebetulan dalam perjalanan ke sini, saya sempat menonton,” ujar seorang penasihat hukum Ferdy Sambo.

Hakim Ketua Wahyu terlihat tidak terlalu merespons pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo. Dia hanya berkata bahwa penasihat hukum nanti akan mendapatkan kesempatan memberikan tanggapan.

“Ya saudara penasihat hukum, nanti saudara mempunyai kesempatan sendiri. Tetapi kita akan tanyakan dulu (ke Ferdy Sambo),” kata Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso.

Keterangan dari Kuat Ma’ruf

Di sidang Senin 9 Januari 2023, terdakwa Kuat Ma’ruf memang sempat diminta menceritakan kronologi peristiwa penembakan terhadap Yosua alias Brigadir J.

Kuat Ma’ruf menceritakan awal mula Ferdy Sambo (FS), Richard Eliezer, dan mendiang Yosua di ruangan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah dinas FS ketika masih mejabat Kadiv Propam Polri.

Ferdy Sambo, menurut Kuat Ma’ruf, marah-marah ketika bertemu dengan mendiang Brigadir J.

“Kamu kurang ajar sekali sama saya!. Kamu tega sekali sama saya!” kata Kuat Ma’ruf menirukan ucapan Ferdy Sambo sambil menunjuk-nunjuk.

Baca Juga: Nasihat Quraish Shihab: Tuhan Itu Tidak Bertanya 5 + 5 Itu Berapa, Tetapi 10 Itu Berapa

Setelah itu, kata Kuat Ma’ruf, Ferdy Sambo lantas menengok dan berbicara kepada Richard Eliezer dengan nada memerintah.

“Hajar Chad…!” kata Kuat Ma’ruf menirukan ucapan Ferdy Sambo.

Menurut Kuat Ma’ruf, dua atau tiga kali Ferdy Sambo memberi perintah kepada Bharada E dengan kata ‘hajar Chad’ itu.

“Tapi ditembak waktu itu (oleh Richard),” kata Kuat Maruf.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.