AYOJAKARTA.COM--Kasus kematian Brigadir Yosua alias Nofriansyah Yosua Hutabarat hingga kini belum menemui kejelasan.
Kendati kasus ini sudah memasuki tahap persidangan, namun kesedihan masih membayangi kehidupan keluarga Brigadir Yosua.
Bahkan, kali ini Ibunda Yosua, Rosti Simanjuntak menuturkan tentang mimpi sedihnya ketika sang anak tersayang mendatanginya.
Baca Juga: Wow! BMKG Catat Ada 10.792 Gempa di Indonesia pada 1 Januari – 29 Desember 2022
Ibunda Brigadir Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak menangis pilu saat menceritakan tentang putra tercintanya.
Rosti Simanjuntak sampai tak kuasa menahan tangis saat ia menceritakan apa yang Brigadir J ucapkan saat di dalam mimpi.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV pada Jumat, 30 Desember 2022 berikut informasi seputar Rosti Simanjuntak yang menangis didatangi Brigadir J di dalam mimpinya.
Rosti Simanjuntak mengaku bahwa ia didatangi saat tiga hari sebelum momen natal.
Dalam mimpi tersebut disebutkan bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat sampai menarik tangan sang ibunda.
Kemudian Yosua berteriak meminta tolong kepada sang ibunda.
“Tiga hari sebelum momen Natal anakku datang kepadaku menangis histeris di dalam mimpiku dia datang menarik tangan mamanya, menunjukkan semua lubang di dalam tubuhnya, di kepalanya dengan berteriak dia, mama tolong saya,” ujar Rosti seraya menangis.
Rosti Simanjuntak mengaku bahwa sebenarnya ia enggan untuk hadir pada undangan acara di MetroTv tersebut.
Sebab ia tak kuasa menahan tangis saat menceritakan tentang putra tercintanya.
Namun ayah Yosua, Samuel Hutabarat membujuknya agar tetap ikut.
Rosti pun kembali melanjutkan cerita yang didatangi dalam mimpi tersebut.
Ia mengaku bahwa saat itu Nofriansyah Yosua Hutabarat menangis dan meminta tolong kepadanya.
Lalu, Yosua menanyakan apa salahnya hingga akhirnya ia harus ditembak.
“Tiga hari sebelum natal itu dia datang berulang kali ke mimpi saya ini, Ma, tolong saya dihujanin saya dengan peluru dengan mata terbuka Mama, apa salahku Mama, apa Mama,” ujar Rosti.
Dengan segala ketidak berdayaannya, Rosti mengaku hanya pasrah dan berserah diri kepada Tuhan karena yakin bisa menolong anaknya.
“Jadi saya berdoa di rumah Tuhan karena cuma Tuhan pengharapanku, saya nggak bisa berbuat apa-apa anakku, saya nggak bisa dekat denganmu, biarlah Tuhan yang menolongmu,” ucapnya sambil menangis pilu.***

Share this article
Ibunda Brigadir Yosua menuturkan curahan hatinya ketika didatangi Brigadir Yosua dalam mimpi,bahkan hingga bertanya hal ini