AYOJAKARTA.COM---Buntut tragedi yang menyebabkan korban jiwa. Ketua panitia tarik tambang Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan (IKA Unhas Sulsel), yaitu Rahmansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Penetapan Rahmansyah menjadi tersangka sebagai tanggung jawab atas lalainya panitia dalam penyelenggaraan acara tersebut yang menyebabkan meninggalnya Masita (43 tahun), salah satu peserta acara.
Diketahui, acara tarik tambang rencananya dilakukan demi memecahkan rekor MURI.
Baca Juga: Heboh! Gegara Singgung 'Polisi Abdi Mafia', Kamaruddin dan Uya Kuya Dipolisikan
"Tersangka satu orang, inisial RS," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Trauli Simanjuntak dikutip dari Instagram @indozone.id.
Polisi menganggap Rahmansyah adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini.
Selain tewasnya Masita, 8 peserta lain yang ikut dalam acara tersebut mengalami luka-luka.
Baca Juga: Lewat Unggahan TikTok, Indah Permatasari Singgung Soal Restu Sang Ibu
"Perannya sebagai penanggung jawab dan sebagai stopper di kegiatan tersebut," kata Reonald.
Meski begitu, Rahmansyah tidak ditahan karena berkelakuan baik selama pemeriksaan.
"Karena lalainya, maka mengakibatkan orang meninggal dunia," tutup Reonald.
Peristiwa naas ini sendiri terjadi di Jalan Jendral Sudirman, Gunung Batu Putih, Makassar.
Baca Juga: Link Nonton Streaming Persib Vs Persikabo Tanpa Set Top Box, Klik di Sini
Acara tarik tambang yang diselenggarakan oleh IKA Unhas pada tanggal 18 Desember 2022 lalu, rencananya dilakukan demi memecahkan rekor MURI.
Karena kelalaian dari panitia yang kurang mengantisipasi berlangsungnya acara saat tali tambang tiba-tiba terputus saat ditarik dengan kencangnya.
Akibatnya, tali tambang yang tiba-tiba putus tersebut mengenai kaki Masita sehingga dia terhempas ke barrier jalan.
Panitia awalnya menganggap bahwa Masita ikut dalam rombongan yang sedang melakukan foto selfie ketika peristiwa ini terjadi.
Namun, pernyataan tersebut langsung terbantahkan oleh rekaman CCTV yang memperlihatkan Masita sama sekali tidak melakukan selfie ketika peristiwa itu terjadi.***

Share this article
Ketua Panitia tarik tambang Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan akhirnya ditetapkan acara setelah ada tragedi korban jiwa