AYOJAKARTA.COM--Memasuki fase baru dari kasus pembunuhan Brigadir J yang masih bergulir hingga memasuki penghujung tahun 2022.
Kasus ini memasuki babak mendengarkan saksi ahli, salah satunya ahli digital forensik yang membuka fakta adanya Grup Whatsapp.
Kasus yang melibatkan Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Ricky Rizal, Kuat Maruf, dan Bharada E atau Richard Eliezer ini mengungkapkan bahwa adanya Whatsapp Group yang dibuat oleh Ricky Rizal dengan sebutan Grup Whatsapp ‘Duren Tiga.’
Dikutip oleh ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV dan Kompas.com pada 20 Desember 2022, terungkap adanya Grup Whatsapp Duren Tiga yang dibuat setelah penembakkan Brigadir J.
Ahli Digital Forensik dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Adi Setya mengungkapkan bahwa ada grup pada aplikasi WhatsApp bernama Duren Tiga.
Adi Setya mengungkapkan dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut umum (JPU).
Jelas Adi Setya, grup itu dibuat oleh Ricky Rizal pada 11 Juli 2022, yang berarti hanya selang tiga hari dari penembakan yang menewaskan Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo Duren Tiga, Jakarta, tepatnya pada 8 Juli 2022.
“Grup dibuat pada 11 Juli 2022, oleh Ricky Wibowo,” terang Adi dalam persidangan.
Selain itu, ahli digital forensik ini juga mengungkapkan bahwa Bharada E atau Richard Eliezer juga merupakan anggota grup Duren Tiga, tetapi hanya berusia sehari sebelum dikeluarkan atau dihapus dari grup tersebut.
“Dia (Richard Eliezer) dimasukkan pada jam 5 pagi tanggal 11 dan diremove dari grup tersebut (Duren Tiga) pada jam 8 malam tanggal 11, nggak sampai satu hari,” kata Adi saat ada yang menanyakan keanggotaan dalam grup Duren Tiga.
Selain itu, Jaksa juga menanyakan siapa saja yang masuk dalam grup Duren Tiga, apakah semua terdakwa yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J masuk ke dalam grup tersebut.
Lantas Adi Setya menjelaskan siapa saja yang masuk ke dalam grup tersebut secara lengkap.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Peran Perempuan Bagi Seorang Lelaki: Pembawa Keburukan dan Kebaikan Sekaligus
"Kontak WhatsApp atas nama Irjen Ferdy Sambo, kemudian kontak WhatsApp atas nama Putri Candrawathi, kemudian kontak WhatsApp atas nama Diryanto, kemudian kontak WhatsApp nama Om Kuat, kemudian kontak WhatsApp atas nama SMD, kontak WhatsApp atas nama Tuhan Yesus," ucap Adi.
Fakta adanya nama anggota Tuhan Yesus dalam grup Duren Tiga membuat hadirin sidang terheran dan ada yang tersenyum. Hal ini juga yang kemudian menjadi viral.
Lalu, saat ditanya terkait aktivitas grup Duren Tiga atau percakapan di dalamnya, analisis dari ahli digital forensik hanya menemukan waktu pembuatan dan penghapusan anggota grup tersebut.
Baca Juga: Semakin Jelas! Inilah Keterangan Farah Ahli Forensik Tentang Hasil Otopsi Jenazah Brigadir J
Sekali lagi, publik dibuat terheran atas fakta baru adanya grup Whatsapp Duren Tiga yang dibuat oleh Ricky Rizal tiga hari setelah penembakan Brigadir J.
Fakta lain adalah keanggotaan Richard Eliezer atau Bharada E yang singkat dalam grup Duren Tiga yang tidak ada 24 jam hingga kemudian dihapus.
Selain itu, fakta bahwa semua terdakwa dan beberapa saksi dari rumah Duren Tiga yang juga masuk ke dalam grup Whatsapp Duren Tiga.
Baca Juga: Jelang Nataru Penjualan Tiket Kereta Api Meningkat, PT KAI Siapkan 736.406 Tiket!
Hingga saat ini, persidangan terkait kasus pembunuhan Brigadir J masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.*

Share this article
Berikut fakta-fakta lain dari grup Whatsapp Duren Tiga yang viral karena ada anggota dengan nama "Tuhan Yesus" di dalamnya