AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan atas perkara pembunuhan Brigadir Yosua yang didalangi oleh Ferdy Sambo terus memunculkan hal yang menarik perhatian.
Dalam sidang lanjutan Ferdy Sambo Cs di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Senin, 19 Desember 2022 menghadirkan Ahli Digital Forensik.
Ahli Digital Forensik, Adi Satya mengungkapkan bahwa telah adanya grup WhatsApp (WA) Ferdy Sambo cs setelah Brigadir J ditembak, yakni 11 Juli 2022.
Nama grup WhatsApp tersebut dikatakan oleh Adi Satya adalah "Duren Tiga".
Salah satu Penasehat Hukum menanyakan siapa saja nama kontak yang berada pada grup WA itu.
Kemudian Adi menjelaskan bahwa ada beberapa bawahan Sambo yang masuk ke dalam tersebut.
Menariknya ada nama kontak WhatsApp yang menjadi anggota grup dengan nama Tuhan Yesus.
Baca Juga: Akurat 93 Persen, Ferdy Sambo Bantah Hasil Poligraf, Sebut Ada Pertanyaan Titipan dari Sosok Ini!
“Yang pertama kontak WhatsApp atas nama Richard, yang kedua kontak WhatsApp atas nama Ricky Wibowo, yang ketiga kontak WhatsApp atas nama Damson Koban, yang berikutnya kontak WhatsApp atas nama Daden, kemudian kontak WhatsApp atas nama Irjen Ferdy Sambo, kontak WhatsApp atas nama Putri Candrawathi, kontak WhatsApp nama Diryanto, kemudian kontak WhatsApp nama Om Kuat, kemudian kontak WhatsApp nama SMD, kontak WhatsApp atas nama Tuhan Yesus,” ucap Adi, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin, 19 Desember 2022.
“Kemudian kontak WhatsApp atas nama Alfanzu, kemudian kontak WhatsApp atas nama Sadam, berikutnya kontak WhatsApp atas nama Gusti Sejati, kemudian kontak WhatsApp atas nama Proyogi igtara, kontak WhatsApp atas nama AR19, dan yang terakhir kontak WhatsApp atas nama WTK46,” tambahnya.
Menurut keterangan Adi Satya, nama kontak tersebut berasal dari ponsel milik Richard.
Baca Juga: Seret Lulusan Adhi Makayasa Jadi Terdakwa, Ferdy Sambo: Saya Malu, Saya Menyesal!
“Barang bukti nomor 280 dari STP dengan nama Richard,” ujarnya.
Warganet pun memberikan tanggapan terkait nama dalam kontak WhatsApp "Duren Tiga" itu.
“Pikirnya dosanya bisa ditebus,” tulis @hirmantodjamal2027 dalam kolom komentar.***

Share this article
Ahli Digital Forensik, Adi Satya, mengungkapkan fakta baru di kasus pembunuhan Brigadir J, terdapat "Tuhan Yesus" di grup WA Ferdy Sambo cs.