AYOJAKARTA.COM--Zona Megathrust menjadi salah satu hal yang sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.
Bukan hanya belakangan ini saja, ternyata isu tentang Megathrust sudah ramai diperbincangkan sejak beberapa tahun yang lalu.
Namun, isu tentang Gempa Megathrust yang akan terjadi di Pulau Jawa sebenarnya bukanlah bualan belaka.
Gempa Megathrust merupakan salah satu bencana alam yang berpotensi terjadi di Indonesia, khususnya Pulau Jawa.
Baca Juga: Libur Nasional Bertepatan pada Hari Minggu Saja? Menko PMK: 26 Desember Bukan Cuti Bersama!
Walaupun demikian, pada kenyataanya, masih banyak orang yang belum memahami apa itu Gempa Megathrust maupun Zona Megathrust.
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube Gempa ITB, berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian zona dan gempa Megathrust.
Secara harfiah atau secara makna kata asalnya, Megathrust berasal dari kata Mega dan Thrust yang berarti patahan naik yang sangat besar.
“Secara harfiah, Megathrust berarti patahan naik yang sangat besar,” kata narator video.
Baca Juga: Bupati Tuban Akhirnya Beri Klarifikasi, Netizen: Lindra Happy Netizen Merestui
Di Indonesia sendiri, Megathrust menjadi zona yang membentang sepanjang wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
“Di sepanjang selatan Jawa. Megathrust membentang sepanjang 1000 km,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa megathrust sendiri pada dasarnya merupakan bidang gempa yang terbentuk dari pertemuan antara dua lempeng yang berbeda yaitu lempeng samudera dan benua.
“Megathrust merupakan bidang gempa yang sangat besar yang terletak tepat pada pertemuan lempeng samudera dan lempeng benua,” ungkapnya.
Baca Juga: Yuk Intip! Berikut Negara Yang Paling Banyak Memenangkan Piala Dunia : Dulu Pernah Jaya, Sekarang...
“Ketika kedua lempeng tersebut bertemu, lempeng samudera menghujam terus ke bawah dan akan membentuk bidang kontak dengan lempeng benua yang disebut bidang megathrust,” jelasnya.
Narator video menyebutkan, bahwa bidang megathrust ini akan mengumpulkan energi selama puluhan atau ratusan tahun hingga tidak bisa menahannya lagi dan terlepas.
“Bidang megathrust tersebut akan mengakumulasikan energi selama puluhan sampai ratusan tahun. Semakin lama, penahanan ini akan mencapai titik jenuh hingga pada akhirnya energi yang tersimpan akan terlepas,” jelas narasi video.
Baca Juga: Hore! Sandiaga Uno Batalkan Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75Juta, Saatnya Berlibur !
“Pada saat itulah akan terjadi getaran kuat yang disebut gempa bumi megathrust,” tambahnya.
Ia kemudian menjelaskan, bahwa pelepasan energi dari bidang megathrust yang sangat besar ini bisa menimbulkan tsunami.
“Jika pelepasan energi tersebut sangat besar hingga mengakibatkan pergeseran bidang megathrust dan perpindahan kolom air laut, maka gelombang air laut pun akan sangat besar hingga mencapai daratan (tsunami),” katanya.
Baca Juga: Jangan Termakan Hoax! Ini Perbedaan Gempa Megathrust dan Gempa yang Disebabkan Oleh Sesar
Walaupun demikian, disebutkan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memastikan kapan gempa megathrust bisa terjadi.
Semua yang diungkapkan oleh peneliti merupakan potensi, bukan prediksi, sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak takut terhadap isu Megathrust.

Share this article
Berikut informasi tentang Zona Megathrust membentang sepanjang 1000 Kilometer di selatan Jawa, haruskah masyarakat waspada?