AYOJAKARTA.COM - Ramalan Jayabaya tentang bencana yang terjadi di Pulau Jawa sangat menarik untuk diperbincangkan.
Baru-baru ini, beberapa bencana alam telah terjadi di tanah Jawa dalam selisih waktu yang sebentar.
Ternyata, ada ramalan dari seorang tokoh raja di masa lalu yang menyebutkan tentang bencana alam di Pulau Jawa.
Prabu Jayabaya merupakan pemimpin Kerajaan Kediri yang seringkali membuat ramalan tentang masa depan Pulau Jawa.
Baca Juga: Hotman Paris Khawatirkan Pasal 100 RKUHP Hukuman Mati, Netizen: Pantesan Sidang Ferdy Sambo Panjang Banget
Salah satu ramalan dari Prabu Jayabaya yang terkenal adalah terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube RBI TV, disebutkan bahwa ada ramalan Jayabaya tentang terbelahnya hingga tenggelamnya Pulau Jawa.
“Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa Pulau Jawa kemungkinan bisa terbelah menjadi dua dan berujung tenggelam akibat bencana alam yang menimpa,” ujar pembicara di video.
“Dalam ramalannya Jayabaya menyebutkan ‘banjir bandang ana ndi ndi’ yang berarti banjir ada dimana-mana,” tambahnya.
Ramalan Jayabaya yang Menjadi Nyata
Sementara itu, hingga saat ini diketahui sudah ada beberapa ramalan dari Prabu Jayabaya yang menjadi kenyataan, khususnya di Pulau Jawa.
Ramalan pertama yang menjadi nyata adalah tentang kereta api yang berkembang pesat di Pulau Jawa.
Baca Juga: Waduh, Perampok Sekap Wali Kota Blitar Bersama Istri di Kamar, Gasak Rp400 Juta Uang Tunai
“Beberapa ramalannya yang sudah menjadi nyata adalah ‘besok yen wes ono kreto tanpa jaran’, artinya besok kalau sudah ada kereta tanpa kuda,” ujar narator video.
“Yang kedua, tanah jawa kalungan wesi. Artinya tanah jawa berkalung besi. Ini merujuk ke tanah jawa yang penuh dengan rel kereta api,” tambahnya.
Selain itu, ada juga ramalan yang menyatakan bahwa akan ada perahu yang berjalan di atas awan atau pesawat terbang.
“Perau mlaku ning nduwur awan-awan, artinya kapal terbang di atas langin yang merujuk ke pesawat terbang.”
Terakhir, ada juga ramalan yang mengatakan bahwa pasar akan kehilangan suaranya, dalam hal ini pasar tradisional yang sudah tersingkir oleh pasar modern.
Baca Juga: Putri Candrawathi Hidup Bersama dan Dicari untuk Curhat 15 Menit dengan Brigadir J, Kamaruddin Ungkap Hal Ini
“Pasar kelangan swarane. Artinya, pasar kehilangan suaranya. Sekarang, banyak orang berbelanja ke mall atau ke supermarket. Bahkan, bertransaksi online.”
Fakta Tenggelamnya Pulau Jawa
Sementara itu, pembicara di dalam video kemudian mulai menjelaskan tentang ramalan Jayabaya tadi, tentang Pulau Jawa yang akan tenggelam.
“Lantas, apakah Pulau Jawa yang tenggelam akan menjadi kenyataan?”
Ia mengatakan bahwa ramalan Jayabaya ini dipercaya oleh beberapa orang, tetapi beberapa lainnya hanya menganggap itu prediksi belaka.
Di sisi lain, ada sebuah penjelasan tentang potensi Pulau Jawa yang akan tenggelam menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Baca Juga: Hotman Paris Khawatirkan Pasal 100 RKUHP Hukuman Mati, Netizen: Pantesan Sidang Ferdy Sambo Panjang Banget
Narasi video mengungkapkan, bahwa peneliti dari BRIN menyatakan ada ratusan pulau di Indonesia yang terancam tenggelam.
“Ahli Utama BRIN, Eddy Hermawan menyebutkan bahwa ada 115 pulau di Indonesia yang terancam tenggelam.”
“Menurutnya, DKI Jakarta dan pesisir Pulau Jawa memang terancam,” tambahnya.
Ancaman tenggelamnya pulau Jawa ini diketahui karena perubahan iklim yang saat ini sedang terjadi, serta penurunan permukaan tanah karena banyaknya gedung-gedung besar yang dibangun.
“Kenaikan air laut disebutkan oleh perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Jakarta dan pesisir utara Pulau Jawa menjadi sasaran,” pungkasnya.
Jadi, ramalan tenggelamnya Pulau Jawa bukan hanya ramalan belaka, melainkan sudah ada bukti pendukung bahwa ada kemungkinan pulau terpadat di Indonesia ini memang akan tenggelam.***

Share this article
Ternyata, ada ramalan dari seorang tokoh raja di masa lalu yang menyebutkan tentang bencana alam di Pulau Jawa.