AYOJAKARTA.COM – Motif pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo masih menyisakan tanda tanya publik.
Sampai-sampai isu 'si Cantik' yang diduga piala bergilir itu diduga menjadi Motif Ferdy Sambo menghabisi Brigadir J.
Hal itu sampai terdengar ditelinga Ferdy Sambo, ia langsung membantah dan terus menegaskan bahwa tidak ada motif lain selain pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istrinya, Putri Candrawathi.
Baca Juga: Arman Hanis Kesal! Minta Hakim Segera Jatuhkan Hukuman pada Ferdy Sambo
Namun hal itu dibantah kembali oleh kuasa hukum Brigadir J lantaran Ferdy Sambo tidak mempunyai bukti yang kuat mengenai pelecehan.
Menurut pernyataan Kamaruddin Simanjuntak motif sambo menembak atau menghabisi Brigadir J lantaran ia dendam.
“Motifnya adalah karena dia ada dendam kepada Yosua, karena Yosua ini disalahgunakan oleh Putri dan Sambo,” kata Kamaruddin Simanjuntak, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube medcom id, Senin, 12 Desember 2022.
Baca Juga: Ferdy Sambo Kena Double Kill, Pakar Bongkar 2 Hal Ini yang Bikin suami Putri Candrawathi Mati Kutu
Dikatakan Kamaruddin Simanjuntak, Yosua merupakan seorang polisi lalu diangkat jadi ajudan oleh Sambo, kemudian dikasih kepercayan menjadi ajudan istri.
Menurut pernyataan pengacaranya, Brigadir J dimanfaatkan atau diperalat oleh Putri Candrawathi untuk melacak perempuan yang menjadi pemicu keributan rumah tangga Sambo.
Pemicu keributan rumah tangga Ferdy Sambo diduga karena adanya wanita yang disebut sebagai Si Cantik piala bergilir.
“Tetapi karena seringnya pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi khususnya menyangkut para perempuan-perempuan itu,” ucap Kamaruddin Simanjuntak.
Tak terima karena merasa diduakan, Putri Candrawathi memanfaatkan Yosua untuk melacak keberadaan perempuan piala bergilir.
“Maka putri memanfaatkan Yosua untuk mencari tahu atau ikut melacak siapa itu perempuan sebagai contoh soal wanita piala bergilir yang saya dapatkan dari Jenderal paling senior,” ungkap Kamaruddin.
“Menurut Intelijen saya waktu itu kan Putri mengajak almarhum dan ajudan lain menggunakan laras panjang mencari wanita piala bergilir itu,” lanjurnya.
Akan tetapi setelah setelah satu jam Intelegent Kamaruddin mencari, wanita piala bergilir itu tidak ditemukan.
Hingga pada akhirnya mereka mendapatkan informasi bahwa wanita tersebut ada di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Banka.
“Tetapi satu jam mereka muter-muter dari kemang, tidak ketemu-ketemu lalu mereka mendapat info, yang dicari sudah masuk ke rumah Banka,” ujar Kamaruddin.
Tidak hanya itu, Kamaruddin simanjuntak mengatakan bahwa disana terjadi keributan, dan Si Cantik yang dituduh sebagai piala bergilir itu keluar sambil menangis-nangis.
Hal itu sesuai dengan kesaksian Bharada E di persidangan pembunuhan Yosua.
“Lalu terjadilah disana keributan dan wanita yang dituduh sebagai wanita bergilir ini, keluar dan nangis-nangis, itu dilihat juga oleh Bharada E,” pungkas Kamaruddin Simanjuntak.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak sebut isu 'si Cantik' yang diduga piala bergilir itu diduga menjadi Motif Ferdy Sambo menghabisi Brigadir J.