Heboh! Dua Orang Saksi Ini Menangis di Tengah Persidangan Akibat Ulah Ferdy Sambo, Mengapa?

Gara-gara Ferdy Sambo, dua orang ini menangis di sidang pengadilan
Gara-gara Ferdy Sambo, dua orang ini menangis di sidang pengadilan

AYOJAKARTA.COM--Dua orang saksi yang hadir dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo tak kuat menahan tangisnya ketika memberikan kesaksian.

Pada hari Selasa (6/12/2022), sidang kasus pembunuhan terhadap Brigadir J kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang ini, ada beberapa hal menarik yang terjadi dan sayang untuk dilewatkan berkaitan dengan saksi yang hadir.

Baca Juga: Hendra Kurniawan Ungkap Soal Kebohongan Ferdy Sambo pada Kapolri: Kalau Saya Nembak Pecah....

Ada dua orang saksi yang diketahui menangis ketika memberikan kesaksiannya dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Dua orang tersebut adalah Mantan Wakaden Biro Paminal Propam Polri Arif Rahman dan Mantan Kabag Gakkum Divisi Propam Polri Kombes Susanto.

Lalu, apa sebenarnya penyebab dari dua orang saksi ini menangis? Berikut adalah ulasannya!

Tangisan Arif Rahman

Arif Rahman Arifin, Mantan Wakaden Biro Paminal Propam Polri tidak kuasa menahan tangisnya ketika bersaksi di persidangan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Arif Rahman hadir di sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang digelar hari ini, Selasa (6/12/2022).

Dalam sidang tersebut, ada sebuah hal menarik yang terjadi, khususnya berkaitan dengan kesaksian Arif Rahman.

Baca Juga: Bukan Nyinyir! Berikut Pernyataan Diryanto Alias Kodir, Asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo yang Banyak Dicibir

Arif Rahman sempat menangis ketika Majelis Hakim bertanya tentang statusnya di kepolisian pada saat ini.

Dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com dalam artikel Ditanya Hakim Rasanya Dipecat Dari Polri dan Jadi Terdakwa Kasus Brigadir J, Tangis Arif Rahman Pecah, Arif Rahman mengaku bahwa dirinya sudah diberhentikan secara tidak hormat atau mendapatkan PTDH.

Awalnya, Hakim bertanya kepada Arif Rahman tentang penahanan Polri terhadap dirinya berupa patsus atau penempatan khusus.

"Kapan saudara dipatsus?," tanya hakim.

"Tanggal 8 agustus," ungkap Arif.

Baca Juga: Heboh! Gara-gara Hal Ini, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Diduga Sedang Susun Skenario dalam Sidang Lanjutan

"Saudara ikut disidang etik?" tanya hakim lagi.

"Ikut," jelas Arif.

Kemudian, Majelis Hakim menanyakan lagi kepada Arif Rahman tentang hukuman yang harus ia terima atas tindakannya sebelumnya.

"Apa hukuman saudara?," tanya hakim.

Menjawab pertanyaan tersebut, Arif Rahman kemudian mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pemberhentian secara tidak hormat atau PTDH.

"PDTH yang mulia," tutur Arif.

Setelah saling tanya jawab dengan Arif Rahman, Hakim kemudian bertanya tentang perasaan Arif ketika sudah dipecat dari kepolisian.

Baca Juga: Makin Memanas! Ferdy Sambo Bantah Tuduhan Bharada E Soal Perselingkuhan: Istri Saya Diperkosa Yosua

Tak hanya itu saja, Arif Rahman kini juga telah ditetapkan sebagai terdakwa dari kasus obstruction of justice yang berkaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Menjawab pertanyaan tersebut, Arif Rahman kemudian mengatakan bahwa dirinya merasa sedih.

Ia hanya melaksanakan perintah dalam pekerjaannya, tetapi berakhir dengan ditetapkan sebagai terdakwa dan harus duduk di kursi pengadilan saat ini.

Baca Juga: Mendapatkan Kabar Soal ‘Tembak Menembak’ dari Ferdy Sambo, Saksi Benny Panik dan Langsung Ambil Tindakan Ini

Tak hanya itu saja, Arif Rahman bahkan nampak menangis setelah mendengar dan harus menjawab pertanyaan dari Majelis Hakim tersebut.

"Saat ini dijadikan terdakwa bagaimana perasaan saudara?" tanya hakim.

"Sedih yang mulia, saya hanya bekerja," ujar Arif sambil menangis.

Tangis Kombes Susanto

Kombes Susanto harus ikut terkena imbas dari kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo.

Diketahui bahwa Karir Susanto di Polri harus terhenti karena hukuman demosi 3 tahun dan pansus 29 hari yang menjeratnya akibat terseretnya ia pada kasus Sambo.

Baca Juga: Berhasil Melindas Korea Selatan, Brazil Lolos 8 Besar Piala Dunia 2022, Ini Rekor Baru Neymar!

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Susanto mengatakan kekesalan dan kekecewaannya terhadap Ferdy Sambo.

Tak hanya itu saja, bahkan Susanto terlihat tak kuat menahan tangisnya ketika harus memberikan kesaksiannya di depan Ferdy Sambo.

“Saya pansus 29 hari dan demosi tiga tahun, Yang Mulia,” kata Susanto kepada Majelis Hakim.

Baca Juga: Kesabaran Ronny Talapessy Diuji Saat Kuat Maruf Kekeh Berbohong dan Sebut Lie Detector Hanya Robot!

Walaupun dirinya tidak ditetapkan sebagai terdakwa, Susanto merasa kecewa terhadap sosok Ferdy Sambo.

Ia bahkan mengungkapkan rasa kecewa, kesal, dan kemarahannya terhadap Ferdy Sambo sambil terisak.

“Jenderal kok bohong, susah nyari jenderal,” ungkap eks Kabag Gakkum Propam.

“Keluarga kami malu, kami paranoid nonton tv media sosial,” tambahnya.

“Jendral kok tega, menghancurkan karir 30 tahun saya mengabdi hancur di titik nadi rendah pengabdian saya,” lanjutnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kombes Susanto
# pembunuhan Brigadir J
# Arif Rahman
# saksi
# Ferdy Sambo
# persidangan
# menangis

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.