Natal Lancar, Ibu Kota Aman, Umat Islam dan Gubernur Ikut Senang

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengunjugi gereja, Selasa (24/12/2019) (Ayojakarta.com/Dhika Alam Noor)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengunjugi gereja, Selasa (24/12/2019) (Ayojakarta.com/Dhika Alam Noor)

Indonesia negara yang aman bagi semua orang. Pribumi maupun non pribumi, warga asli atau keturunan. Suku dan agama apapun, semua nyaman hidup berdampingan.

Rumah ibadah berdiri bersebelahan satu dengan yang lain. Masjid satu komplek dengan gereja, pura, wihara dan klenteng. Itu hal biasa yang bisa ditemui dimana-mana. Setiap umat beragama bebas beribadah dan mengekspresikan keyakinannya. Itulah gambaran indah dan ragamnya Indonesia.

Tidak saja semua etnis dan agama yang hidup damai dan tenang di Indonesia, sebagian koruptorpun kabarnya juga merasa nyaman. Terutama jika korupsinya triliunan. Yang tidak aman itu kalau korupsinya nanggung dan nasibnya ketahuan. Apalagi setelah UU KPK No 30/2002 direvisi menjadi UU KPK No 19/2019. KPK mulai layu. Hanya tunggu waktu untuk menghadapi sakaratul maut. Nah, sejak revisi UU KPK itu berlaku, koruptor, terutama korporasi, akan semakin merasa nyaman.

Indonesia dikenal dengan keragamannya. Dalam keragaman itu semua warga negara hidup membaur dalam kerukunan. Saling menghargai satu dengan yang lain dalam semboyan bhinneka tunggal ika.
Kebhinnekaan ini diabadikan dalam sebuah miniatur wisata bernama Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di TMII kita temukan representasi kebudayaan dari semua etnis. Di TMII tempat ibadah dari semua agama berdampingan. "Enak zamanku to?" begitu tageline-nya para pendukung Pak Harto, Bapak Taman Mini Indonesia Indah.

Indonesia adalah tempat yang nyaman bagi semua pemeluk agama menjalankan dan merayakan agamanya. Soal ini, Indonesia sulit dicari tandingannya. Maulid, waisak sampai perayaan natal bisa diselenggarakan sebesar dan semeriah mungkin tanpa ada gangguan. Tidak hanya sampai di situ, pemerintah pun, baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah ikut memberi perhatian khusus, mulai dari jaminan keamanan hingga menyediakan fasilitas untuk tempat kegiatan.

Hari ini hari natal, bisa kita saksikan riang gembira saudara-saudara kita para penganut agama Kristen. Mereka menyelenggarakan acara natal di berbagai tempat dengan bebas, aman dan nyaman.
Acara begitu meriah, meski mereka bukan penduduk mayoritas. Ini bukti riil betapa mayoritas dan minoritas tidak menjadi hambatan bagi semua warga negara untuk mendapatkan hak-haknya dalam beribadah dan mengekspresikan imannya. Hak untuk dihargai dan dihormati.  

Di Jakarta, gubernur sebagai pemimpin daerah ibu kota menyediakan tidak kurang dari sebelas titik untuk Christmas Carol. Itu di luar tempat yang dimiliki dan disiapkan oleh kaum nasrani sendiri. Ini bukti riil bahwa Anies sebagai gubernur DKI adalah pemimpin untuk semua agama, etnis dan golongan. Bukan pemimpin begi kelompok tertentu. Dan semestinya memang begitu. Ini berlaku tidak hanya untuk Anies, tapi untuk seluruh pemimpin daerah, bahkan presiden. Berdiri di atas semua golongan, mengayomi dan memberi jaminan kenyamanan. Bukan begitu Pak Presiden?

Tidak hanya sampai di situ, sehari sebelum Natal, Anies juga meninjau sejumlah gereja di Jakarta yang akan digunakan untuk menyelenggarakan acara Natal. Termasuk di stand-stand bazaar/fastival. Ini untuk memastikan bahwa perayaan natal berjalan dengan aman, lancar dan nyaman. Itu bagian dari tanggung jawab seorang gubernur selaku kepala daerah. Harus peduli dan memperhatikan rakyatnya. Dan ini dilakukan Anies untuk semua umat beragama di DKI, tanpa pandang bulu dan tak ada diskriminasi.

Di sela-sela kunjungannya di salah satu gereja Rawamangun, magrib tiba dan adzan memanggil. Anies pun bergegas ke masjid Al-Islah SMA 26 Rawamangun untuk shalat berjama'ah. Ini bukti bahwa meski mengunjungi gereja sebagai umaro, Anies tetap menjaga aqidahnya. Usai shalat Magrib, Anies kembali melanjutkan kunjungannya ke gereja-gereja yang lain.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa toleransi, tanggung jawab dan komitmen iman mesti bisa menyatu dalam pilihan sikap seorang pemimpin. Dari sinilah harmoni sikap seorang pemimpin yang akan sangat berpengaruh terhadap lahirnya harmoni sosial dalam masyarakat yang dipimpinnya.

Apalagi ini Jakarta, ibu kota Indonesia. Sebuah miniatur yang merepresentasikan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam berbagai aspeknya.

Tidak hanya ke gereja, Anies juga beberapa kali terlihat datang ke wihara pada kesempatan sebelumnya. Ke masjid? Kalau itu jangan ditanya. Sebagai seorang muslim masjid adalah tempat di mana umat Islam menjalankan ibadah, termasuk Anies. Hanya bedanya, kalau hadir di acara ritual dan seremonial umat Islam, Anies ikut terlibat dalam ritual ibadah dan doa.

Sementara di luar itu, Anies hadir dan berkunjung dalam kapasitasnya sebagai pemimpin untuk semua umat beragama. No ritual, no ibadah. "lakum diinukum waliyadiin" begitulah prinsip toleransi yang dipegang teguh oleh Anies. Tanpa mengurangi kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin mereka.

Dengan menggunakan peci hitam Anies meninjau berbagai lokasi dimana perayaan natal itu diselenggarakan.

Sebagai kepala daerah, Anies hanya ingin memastikan bahwa warga DKI yang beragama Nasrani dapat mengikuti perayaan Natal dengan aman dan nyaman. Karena ini bagian dari tanggung jawab seorang pemimpin. Ini sekaligus untuk menepis stigma intoleransi yang selama ini digembar-gemborkan oleh segelintir orang yang selalu ingin nyari panggung dengan narasi-narasi provokatif dan berupaya membenturkan antar warga negara. Atau malah nyari proyek keamanan? Entahlah...

Selama ini Jakarta selalu aman untuk setiap acara keagamaan. Sebab, umat beragama, terutama umat Islam sebagai warga mayoritas, mengerti bagaimana cara menjaga dan merawat toleransi. Dan situasi seperti ini terus terjaga sepanjang sejarah di Indonesia, khususnya di DKI.

Persoalan-persoalan kecil tak dapat dipungkiri memang sesekali pernah muncul dan distigmakan sebagai konflik agama. Padahal, itu lebih karena faktor dan ada tujuan lain yang berupaya menggunakan agama sebagai sarana konflik kepentingan. Baik itu kepentingan politik maupun ekonomi. Biasa, orang lagi nyari anggaran dan posisi. Atau sekedar untuk memburu proyek. Lagu lama!

Dengan natal nyaman dan ibu kota aman, maka umat Islam maupun gubernurnya juga merasa senang. Senang karena semua stigma, tuduhan dan ancaman intoleransi dapat ditepis dan disingkirkan.


Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Natal 2019
# Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).