AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi terjadi lantaran adanya pergerakan lempengan dengan lempengan yang lain.
Gempa bumi dengan skala besar biasanya terjadi pada zona subduksi di batas lempeng konvergen destruktif.
Di mana satu lempeng tektonik tertekan di bawah lempeng yang lain.
Gempa bumi lintas lempeng yang paling kuat dengan besaran melebihi 9,0 disebut dengan gempa megathrust.
Baca Juga: Update Kondisi Terbaru Pengungsi Korban Gempa Cianjur Setelah Garut Dilanda Gempa 6.4 Magnitudo
Pada Sabtu (3/12/2022) sore tadi tepat pukul 16.49 WIB, Garut mengalami gempa dengan kekuatan 6,4 magnitude.
Gempa yang melebihi gempa Cianjur ini ternyata dampaknya tidak sampai merusak fasilitas atau insfratruktur sekitar.
Hal ini lantaran gempa 6,4 magnitude merupakan gempa yang berada di dasar laut, dengan lokasi 7,51 LS - 107,52 BT yang berada di 52 kilometer Barat Daya, Kabupaten Garut, Jawa Barat di kedalam 118 kilometer.
Namun, gempa 6,4 magnitude ini tidak berpotensi tsunami lantaran berada di kedalaman laut sekitar 118 kilometer.
Baca Juga: Bukan Megathrust, Ternyata Inilah Penyebab Gempa Garut yang Terjadi Sabtu Petang
Tidak semua gempa bumi di dasar laut berpotensi tsunami.
Hal ini lantaran gempa di dasar laut terjadi sebagai akibat pergerakan lempeng tektonik.
Sehingga tidak semua gempa bumi yang berpusat di dasar laut menimbulkan tsunami.
Gempa di dasar laut terjadi sebagai akibat pergerakan lempeng tektonik.
Baca Juga: Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitude di Garut Jawa Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Hal ini diperkuat dengan penjelasan BMKG yang menyebutkan ada empat kriteria terjadinya tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi, yaitu:
1. Lokasi gempa berada di laut,
2. Kedalaman sumber gempa kurang dari 100 kilometer dari dasar laut,
3. Gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 7.0 Skala Richter,
4. Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi Guncang Kabupaten Garut Jawa Barat Magnitudo 6.4, Tidak Berpotensi Tsunami
Sedangkan gempa di daerah Garut ini berada di kedalaman 118 kilometer dan berkelanjutan 6,4 magnitude sehingga kecil kemungkinan terjadinya tsunami atau bisa dikatakan tidak berpotensi tsunami.
Seperti dikutip ayojakarta.com dari akun Instagram BMKG @infobmkg pada Sabtu(3/12/2022).
"Info untuk sementara tidak berpotensi tsunami," tulis akun @infobmkg.***

Share this article
Benarkah gempa Garut 6,4 magnitude adalah megathrust yang berpotensi tsunami? simak penjelasan lengkapnya di sini!