AYOJAKARTA.COM – Babak baru dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Briagdir J kembali dimulai.
Seperti yang diketahui, Brigadir J tewas setelah ditembak oleh terdakwa Ferdy Sambo dan juga Richard Eliezer yang merupakan atasan sekaligus rekan sesama ajudan.
Penembakkan terhadap Brigadir J juga disebut sebagai pembunuhan berencana, namun terdakwa Ferdy Sambo yang merupakan otak pembunuhan terus memungkiri hal tersebut.
Baca Juga: Susi ART Ferdy Sambo Sempat Pasang Status WA Sambil Menangis, Bharada E: ih Manusia Ini Kenapa?
Namun saat ini, terdakwa Ferdy Sambo sepertinya harus siap menghadapi pasal 340 pembunuhan berencana setelah pengakuan mengejutkan dari saksi sekaligus terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E dalam sidang lanjutan hari ini (30/11/22).
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @LeonSinaga pada (30/11/22), kali ini terdakwa Bharada E dihadirkan sebagai saksi atas peristiwa di Duren Tiga dalam persidangan.
Mengejutkan, Bharada E atau Richard Eliezer memberikan kesaksian dengan sangat tenang dan urut mengenai awal mula dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan berencana tersebut.
Richard Eliezer bahkan juga memberikan kesaksian yang akan sangat memberatkan terdakwa Ferdy Sambo dalam kasus ini.
Baca Juga: Diisukan Kurus, Alyssa Soebandono Malah Dipuji Netizen Karena Ini
Dimana dalam kesaksiannya tersebut, Richard Eliezer menuturkan bahwa Ferdy Sambo telah merencanakan dengan matang bahwa Brigadir J memang akan dihabisi.
Tidak hanya Ferdy Sambo yang diduga merencanakan penembakkan terhadap Brigadir J, namun Putri Candrawathi disebut Richard sangat ikut terlibat dalam perencanaan tersebut.
“Baru duduklah saya yang mulia, siap bapak saya duduk baru bapak duduk di sofa yang panjang itu yang mulia tapi di pojok sebelah kanan, Bapak FS ini bilang ke saya, kamu tahu gak ada kejadian apa di Magelang? Saya bilang siap tidak tahu bapak. Nah itu tidak lama kemudian Ibu PC datang duduk di samping pak FS di sofa Panjang itu,” ujar Richard mengawali kesaksiannya.
“Lalu dia diam , nangis yang mulia baru dia bilang Joshua sudah melecehkan Ibu di Magelang. Tuh denger itu saya kaget yang mulia, kaget takut juga yang mulia karena posisinya kami yang ajudan yang ada di Magelang kan pada saat itu Joshua sudah melecehkan Ibu di Magelang,” tambah Richard Eliezer.
Baca Juga: Selamat! Ini Nominal UMP Jawa Barat 2023, UMK Tertinggi Tembus Rp 5 Juta
Lebih lanjut Richard menjelaskan, “Saya diam maksudnya dalam hati saya ini betulkah tidakkah? Kurang ajar anak ini! Memang kurang ajar anak ini dia sudah gak menghargai saya dia itu dia udah menghina harkat dan martabat saya! Itu dia bicara sambil emosi sambil nangis mukanya merah”
Kemudian Richard mengaku sangat terkejut ketika Ferdy Sambo mengatakan bahwa akan menghabisi Brigadir J.
“Jadi baru dia bilang begini, sambil lihat saya dia bilang memang harus dikasih mati anak itu! Dia bilang begitu ke saya yang mulia”
Setelah itu Ferdy Sambo masih mengajak Richard Eliezer berbincang dan menjelaskan skenario yang sudah ia buat kepada Richard untuk menutupi kasus pembunuhan berencana tersebut.
“Jadi gini Chad, skenarionya dia langsung jelaskan skenarionya di situ. Jadi gini Chad skenarionya di Duren Tiga, kalau kita gak bilang Duren Tiga yang mulia kita bilangnya 46,” ujar Richard dalam persidangan.
“Jadi skenarionya di 46 Chad, jadi nanti skenarionya ibu dilecehkan sama Joshua baru ibu teriak kamu dengar kamu respon Joshua ketahuan Joshua tembak kamu, kamu tembak balik Joshua, Joshua yang mati,” imbuh Richard Eliezer.
Mendengar skenario Ferdy Sambo tersebut, Richard Eliezer mengaku sangat kaget dan sangat takut.
“Baru setelah dia jelaskan itu saya kaget yang mulia, ih ini saya disuruh untuk bunuh orang ini saya kaget saya takut yang mulia,” ungkap Richard.***

Share this article
Terdakwa Ferdy Sambo makin dekat dengan pasal 340, terungkap dalam sidang Richard Eliezer ungkap bukti adanya pembunuhan berencana