AYOJAKARTA.COM – Gempa yang terjadi di Cianjur dengan kekuatan Magnitudo 5,6 mengakibatkan rumah-rumah hingga fasilitas umum rusak berat.
Pemerintah tengah berupaya memberikan bantuan kepada korban Gempa Cianjur, namun bantuan itu belum merata.
Tepatnya di Desa Padangsari, Kecamatan Warungkondang, Jeritan pengungsi Gempa Cianjur di pelosok semakin keras.
Baca Juga: Link Live Streaming Maroko vs Kroasia Lengkap dengan Prediksi dan Susunan Pemain, Kick Off 17.00 WIB
Warga menyampaikan keluhan, lantaran belum mendapatkan bantuan.
Tidak hanya itu, para pengungsi korban Gempa Cianjur juga mengeluhkan sulitnya akses air, karena letak sungai cukup jauh dari lokasi pengungsian.
“Jauh banget, paling ada setengah kilo,” kata salah satu warga, dilansir dari iNews TV pada Rabu, (23/11/2022)
Pengungsi berharap kepada pemerintah segera mengirimkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari khususnya obat-obatan, air minum, makanan, dan kebutuhan balita.
Masyarakat di Desa Padalengsari juga mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah.
“Belum dari pemerintah belum ada,” tutur warga yang lain.
Sampai saat ini koran Cianjur di pelosok masih bertahan tinggal di tenda pengungsian hasil swadaya dari masyarakat.
Hingga Rabu, 23 November 2022 pukul 14.00 jumlah korban jiwa akibat gempa tercatat 268 jiwa dan 151 di antaranya belum ditemukan.
Namun, data tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
Baca Juga: Kenaikan UMP DKI Jakarta 2023 Temui Jalan Buntu, Buruh dan Pemprov DKI Punya Usulan yang Berbeda
Tim SAR, masih berupaya untuk menemukan korban Gempa Cianjur yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Selain itu, sampai saat ini listrik di daerah Cianjur masih padam.***

Share this article
Gempa Cianjur pada 21 November 2022 duka dirasakan banyak pihak. Pemerintah tengah berupaya memberikan bantuan kepada korban Gempa Cianjur,