Tak Ingin Kejadian Keji Terungkap, Ferdy Sambo Nekat Cegat Bharada E di Depan Ruang Kapolri

Tak Ingin Kejadian Keji Terungkap, Ferdy Sambo Nekat Cegat Bharada E di Depan Ruang Kapolri
Tak Ingin Kejadian Keji Terungkap, Ferdy Sambo Nekat Cegat Bharada E di Depan Ruang Kapolri

AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo tak ingin skenario keji yang menewaskan Brigadir J terungkap ke publik.

Baru diketahui bahwa Ferdy Sambo sampai memberikan ancaman pada para saksi, termasuk Bharada E atau Richard Eliezer.

Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengungkap hal ini berdasarkan pengakuan sang klien.

Kini Bharada E yang berstatus sebagai justise collaborator berbalik arah ke sisi Brigadir J dan tak lagi mengikuti skenario Ferdy Sambo.

Padahal sebelumnya mantan Kadiv Propam ini sampai mencegat Bharada E yang sempat dipanggil Kapolri.

Baca Juga: Bukan Hanya Hajar, Ronny Talapessy Ungkap Perintah Keji Ferdy Sambo pada Bharada E yang Sesungguhnya!

Saat Bharada E dipanggil oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit, ia diminta memberikan keterangan terkait insiden penembakan yang terjadi di rumah dinas Duren Tiga.

Kala itu, Bharada E masih ada di pihak Ferdy Sambo karena ketakutan.

"Kan pertama waktu masih skenario awal Richard masih dijaga Sambo," ucap Ronny Talapessy membeberkan cerita dari kliennya.

"Waktu menghadap Kapolri, Richard masuk ke dalam ketemu Kapolri di luarnya (depan pintu) ada Ferdy Sambo. Dari depan saja dia sudah diintimidasi," tambahnya.

Baca Juga: Terungkap! Pasca Brigadir J Tewas, Ferdy Sambo Kumpulkan Ajudan dan Pembantunya, Sebut Bakal Bela Bharada E

Bahkan di hadapan Kapolri, Bharada E mengungkapkan bahwa dirinya diatur oleh Ferdy Sambo.

Hingga ia ketakutan dan terpaksa menuruti permintaan suami dari Putri Candrawathi itu.

"Kamu (Richard) bicara sesuai yang begini-begini," jelas Ronny.

Intimidasi yang dilakukan Ferdy Sambo pada Bharada E membuatnya hanya bisa pasrah dan menurut.

Baca Juga: Martin Lukas Simanjutak Akui Sudah Laporkan 2 Saksi Ferdy Sambo, Susi dan Kodir Deg-degan!

Terlebih status sebagai ajudan baru di rumah tersebut membuatnya ketakutan untuk mengungkap kejujuran.

Apalagi jika melihat pangkat Ferdy Sambo yang sudah Jenderal Bintang Dua, sedangkan dirinya baru bergabung dengan Polri.

Keberaniannya mengungkap kebenaran dan melawan Ferdy Sambo membuatnya meninggalkan pesan pada keluarganya.

Jika sesuatu terjadi padanya, Richard Eliezer berharap keluarganya ikhlas dan tak lagi mencarinya.

"Kalau terjadi apa-apa dengan saya, sudah ikhlaskan saya tidak usah cari lagi, saya minta keluarga hati-hati dan baik-baik," kata Bharada E berpesan ditirukan oleh Ronny Talapessy.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak Bocorkan Siapa Pelaku Pelecehan Seksual yang Sebenarnya

Sosok lain yang akhirnya jujur adalah Adzan Romer, mantan ajudan Ferdy Sambo yang sempat dicurigai karena memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Adzan Romer mengatakan bahwa pengakuannya itu kerap tidak konsisten.

Alasannya dia takut dengan sosok Ferdy Sambo, karena saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam.

"Karena awalnya kami masih takut memberikan kejujuran," ungkap Adzan Romer menjawab pertanyaan JPU dalam sidang.

Ketakutan Adzan Romer karena ia sudah melihat ada yang tewas di tangan Ferdy Sambo.

Hal inilah yang menyebabkan keterangannya di hadapan hakim selalu berubah-ubah.

Perintah Keji Ferdy Sambo

Ronny Talapessy, kuasa hukum Bharada E atau Richard Eliezer mengungkap perintah keji Ferdy Sambo pada kliennya.

Terungkap tak hanya perintah tembak yang dilontarkan mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

"Di lantai 3 perintah itu keluar. Perintahnya itu bukan perintah tembak lagi, tapi perintah tembak dan bunuh. Nanti kita buktikan di persidangan," tutur Ronny dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com pada Sabtu (19/11/2022).

Saat kejadian di rumah Duren Tiga, Bharada E sedang berada di halaman rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Martin Lukas Simanjutak Akui Sudah Laporkan 2 Saksi Ferdy Sambo, Susi dan Kodir Deg-degan!

Ricky atau Bripka RR memanggil rekan kerjanya tersebut karena dipanggil Ferdy Sambo.

"Richard tanya ada apa bang. Gak tahu (jawab Ricky). Richard naiklah ke atas lantai 3. Kemudian perintah itu keluar (tembak dan bunuh)," tuturnya.

Meski dalam BAP, Ferdy Sambo menjelaskan bahwa perintahnya hanya untuk menghajar Brigadir J.

Sedangkan pada BAP Ricky Rizal, tertulis bahwa perintah tembak ini dikeluarkan Ferdy Sambo.

"Di BAP-nya Ricky Rizal perintahnya, perintah tembak. Di BAP Richard Eliezer juga perintah tembak. Itu juga sangat hajar," ujarnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Adzan Romer
# Keji
# terungkap
# kuasa hukum Bharada E
# justice collabolator
# Kapolri Jenderal Listyo Sigit
# Richard Eliezer
# Kadiv Propam
# Brigadir J
# Bharada E
# kejadian
# JPU
# Ferdy Sambo
# Kapolri
# Ronny Talapessy

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.