AYOJAKARTA.COM - Kasus Ferdy Sambo atas perkara pembunuhan Brigadir J memang banyak menyita perhatian publik.
Kasus Ferdy Sambo atas dalil adanya tindak pelecehan seksual hingga membuat Brigadir J terbunuh perlahan mulai terungkap.
Kamarudin Simanjuntak selaku Kuasa Hukum Brigadir J turut membeberkan siapa pelaku pelecehan seksual dalam kasus Ferdy Sambo.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube metrotvnews pada Sabtu (19/11/22), membagikan informasi terkait keterangan Kamarudin Simanjuntak dengan adanya dugaan pelecehan seksual.
Menurut keterangannya, klien dirinya bukanlan orang yang telah melakukan tindak kekerasan seksual.
Melainkan adalah Putri Candrawathi sendiri yang melakukannya, sehingga Yosua adalah korban.
"Jadi Yosua ini adalah korban yang digoda oleh PC tapi karena dia tidak mau digoda untuk melayani birahinya lalu dibunuh kan begitu dalil yang selama ini kita sampaikan,” ujar Kamaruddin.
Tudingan bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat memiliki kepribadian ganda yang dibicarakan oleh saksi ART Ferdy Sambo menurutnya tidak valid.
Hal itu disebabkan yang berhak menilai kepribadian bawahan adalah pimpinan Yosua.
“Jadi yang perlu menjadi bahan perhatian adalah bahwa asisten rumah tangga tidak berhak menilai ajudan, yang berhak menilai ajudan itu adalah pimpinan,” ujarnya.
Di sisi lain menurut keterangan daripada orang terdekat korban, Yosua merupakan orang yang memiliki integritas baik dengan prestasi yang cukup baik.
“Pertama dia dari anak-anak orang tua, di sekolah gurunya sampai SMA sudah Saya wawancarai, teman-temannya semua bilang dia paling bagus, lulus Polisi dia bagus Brimob terbaik sebagai sniper terbaik,” jelas Kamaruddin.
Memiliki prestasi yang baik menjadikan Yosua direkrut oleh Ferdy Sambo sebagai ajudannya.
Bahkan Brigadir J juga sempat dipuji-puji oleh Putri Candrawathi, dimana ia menyebutkan kalau Yosua adala bodyguard terbaiknya.***

Share this article
Terus menemui babak baru dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Kamaruddin Simanjuntak bocorkan pelaku pelecehan sesksual. Ternyata sosok ini