AYOJAKARTA.COM – Investasi maupun pinjaman online adalah dua hal yang sekarang sangat mudah dilakukan oleh masyarakat.
Kegiatan instan yang menghasilkan uang dengan cepat dan mudah ini membuat orang tergiur untuk ikut bergabung.
Terdapat kasus dugaan penipuan investasi online yang membuat ratusan mahasiswa IPB terjerat pinjaman online.
Baca Juga: Cek Hasil Seleksi Administrasi PPPK Guru 2022 di Sini Ya, Mulai Hari dan Besok
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, penipuan dilakukan dengan kedok menawarkan kerjasama usaha penjualan online dengan keuntungan 10% per transaksi.
Korban mendapat perintah untuk melakukan pinjaman online dari pelaku melalui aplikasi penyedia pinjaman. Selanjutnya pinjaman ini akan diinvestasikan kepada usaha milik pelaku.
Siapa yang tidak tergiur dengan keuntungan 10% yang akan dijanjikan tanpa melakukan usaha yang berat. Terlebih lagi proses untuk mendapatkan pinjaman online sekarang, sangatlah mudah.
Sebanyak 162 mahasiswa mengaku terjerat pinjaman online. Sebagian sudah melaporkan ke Satreskrim Polres Bogor. Ada pun sebagian korban yang masih menutup diri karena merasa takut ketahuan oleh orang tua mereka.
Baca Juga: Wah! Google Doodle Tampilkan Angklung, Cek Fakta Sejarah dan Asal Usulnya
Namun pihak IPB menganjurkan kepada para korban yang belum melapor untuk segera melapor ke kampus agar dapat ditindak lanjuti untuk dapat bantuan hukum dari Polres Bogor.
Aurel, salah satu korban penipuan investasi online, menjelaskan bagaimana dirinya dan teman-teman bisa terlibat dalam kasus ini. Aurel mengaku tergiur investasi online karena keuntungan yang didapat akan ia gunakan untuk acara kegiatan kampus.
“Dari awal memang dijelaskan projectnya ini memang niatnya untuk menaikkan rating toko, toko yang dimiliki oleh si pelaku. Kita disuruh untuk mengaktifkan Akulaku, Shopee pay later, Shopee pay pinjam dan juga Kredivo,” jelas Aurel.
Baca Juga: Begini Modus Penipuan Pinjol yang Menjerat 116 Mahasiswa Versi Rektor IPB University
Korban mengungkapkan iming-iming hasil yang didapat lumayan besar yaitu sebesar 10%. Hal inilah yang membuatnya tertarik untuk mendaftar pinjaman online dan juga investasi online kepada pelaku.
“Feedback yang kita dapat adalah 10% dari total limit pinjamannya itu. Misalnya dari saya sendiri, kredivo mendapatkan pinjaman 3 juta berarti saya sendiri mendapatkan keuntungan 300 ribu,” ungkap korban.
Masing-masing korban melakukan investasi online ini dengan tujuan yang berbeda-beda. Namun Aurel melakukannya untuk mendapat tambahan dana demi memperlancar event kepanitiaan yang diadakan di kampusnya.
“Semua keuntungan itu niatnya emang untuk kepanitiaan kami, kegiatan, event acara di kampus,” kata Aurel.
Baca Juga: Heboh Bagian Tubuh BCL Ini Disentuh Ariel Noah, Netizen: Nakalnya Tuh Tangan!
Berdasarkan informasi yang didapat dari Yatri Indah Kusumastuti sebagai Biro Komunikasi IPB, Pihak IPB sudah melakukan tindakan dan melakukan penelusuran tentang perkara ini.
“Saat ini kami sedang mengumpulkan data mengkroscek kembali, dan melihat kenapa sebab-sebabnya yang terjadi,” ucap Yatri Indah Kusumastuti.
Prof Drajat Martianto sebagai Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB memberikan informasi bahwa jumlah korban yang sudah tercacat tidak semuanya adalah mahasiswa dari IPB ada juga dari perguruan tinggi lainnya.
Ternyata kasus Ini bukan merupakan hal baru, melainkan sudah ada sejak 6 tahun yang lalu ada.
Ketua Satgas Waspada Investasi yaitu Tongam L Tobing, ikut penanggapi kasus yang menjerat banyak korban ini. Menurutnya, dari awal penawaran hasil dari investasi sudahlah tidak masuk akal.
“Pemberian hasil 10% per transaksi dari suatu kegiatan investasi adalah tidak masuk akal. Oleh karena itu kami juga mengajak para mahasiswa hendaknya berpikir logis,” ujar Tongam untuk menghimbau.***

Share this article
Lagi-lagi investasi bodong jadi bumerang bagi para korban yang terkena imbasnya. Mahasiswa ITB juga menjadi korban, begini kronologi