Jenazah Korban G30S PKI Saat Diangkat dari Sumur Lubang Buaya, Diikat Tali Lantas Ditarik

Korban keganasan tragedi  G30S PKI /TikTok @adam.history
Korban keganasan tragedi G30S PKI /TikTok @adam.history

AYOJAKARTA.COM— Sejarah kelam peristiwa G30S PKI masih menyisakan cerita sendu bagi rakyat Indonesia hingga saat ini.

Banyaknya orang yang dibantai, termasuk para jenderal yang dibunuh dan kemudian dimasukkan ke dalam sumur di Lubang Buaya Cipayung, Jakarta Timur, menjadi tragedi kemanusiaan tak terlupakan.

Baca Juga: Kazakhstan Jadi Tuan Rumah MotoGP 2023, Arab Saudi Siap Menyusul

Ada 6 orang Jenderal dan 1 perwira yang dibunuh oleh PKI sebagai langkah awal aksi mereka kala 30 September tahun 1965 itu.

Jenderal tersebut adalah Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal TNI Raden Suprapto, Mayor Jenderal TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal TNI Siswondo Parman, Brigjend TNI Donald Issac Panjaitan, Brigjend TNI Sutoyo Siswomiharjo dan seorang Lettu Pierre Andreas Tendean.

Baca Juga: Kriss Hatta Umumkan Pacari Gadis Umur 14 Tahun, Kini Dibanjiri Hujatan

Untuk tetap mengingat sejarah peristiwa G30S PKI itu, dibuatlah sebuah film G30S PKI yang ditayangkan setiap  30 September.

Dari film itu, rakyat Indonesia akhirnya mengetahui sepak tejang dan kekejaman para anggota PKI.  Mulai saat perburuan para korbannya, pembantaian hingga akhirnya penangkapan mereka.

Terlepas dari film yang senantiasa diputar setiap tahun,  dalam peristiwa G30S PKI juga masih menyisakan seorang saksi yang membantu pengangkatan jenazah para korban G30S PKI dari dalam subur Lubang buaya.

Baca Juga: Amalan Sunah Sambut Maulid Nabi di Bulan Rabiul Awal, Apa Saja? Yuk Lakukan Agar Dapat Berkah!

Seorang saksi itu bernama Pelda Purna Evert Julius Ven Kandau. Ia menceritakan turut menjadi anggota yang ikut mengevakuasi para jenazah korban G30S PKI tersebut.

Pelda Purna Evert Julius Ven Kandau merupakan mantan KKO pengangkat jenazah 6 Jenderal dan 1 Perwira pada peristiwa G30S PKI.

Pelda Purna Evert Julius Ven Kandau sudah meninggal pada 4 September 2020 lalu, namun ia sempat menceritakan kesaksiannya tersebut saat menjadi narasumber dalam sebuah acara.

Baca Juga: Persib Bandung vs Persija Jakarta 2 Oktober di GBLA, Simak Syarat, Cara Pembelian dan Harga Tiket

Dikutip dari akun tiktok adam.history pada (18/6/2021), Evert Julius menceritakan suasana pada saat proses evakuasi kala itu.

Awalnya diungkap Pensiunan TNI AL tersebut saat hendak pengangkatan jenazah terbesit keraguan untuk masuk ke dalam sumur.

Mereka khawatir jika didalam sumur tersebut sudah dipasangi peledak atau granat.

“Takut begitu ngangkat jenazah itu mereka taruh bahan peledak atau granat gitu”, tutur Purna Pelda Evert Julius.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Heran, Ferdy Sambo Sudah Dipecat Tapi Banyak Jenderal Tetap Takut Kepadanya  

Namun hal yang dikhawatirkan tersebut tidak terjadi.

Proses evakuasi jenazah para jenderal dan perwira korban keganasan G30S PKI diawali dengan turun ke dalam sumur lubang buaya untuk memeriksa orientasi.

Setelah itu naik ke atas lagi dan berbicara kepada dokter bahwa tidak mungkin kalau jenazah tersebut diangkat secara wajar.

Evert Julius menceritakan saat itu kondisinya membuat jenazah terpaksa diangkat dengan cara diikat kemudian ditarik.

Baca Juga: Ketua IPW Beri Kesaksian Penggunaan Privat Jet oleh Brigjen Hendra Kurniawan di Depan MKD DPR RI 

“Diikat ya boleh tapi jangan diikat di leher katanya.” tutur saksi hidup dari keganasan G30S PKI tersebut.

Kendati demikian, saat di dalam sumur banyak kesulitan yang dihadapi.

“Siapa yang bisa tahu, turun hanya ngeraba gitu diikat gak tahu itu leher atau apa kan pokoknya terikat kan itu.”

Selain Evert Julius, juga ada seorang anggota dari angkatan darat yang turun masuk ke dalam sumur lubang buaya.

 Baca Juga: Tabiat Asli Najwa Shihab Dibongkar Sang Sopir, Selama Ini Dikenal Kritis, Ternyata Oh Ternyata...

“Ada anggota dari angkatan darat tepatnya dari RKAD bernama Anang prajurit kepala.  Itu juga yang mengangkat jenazah.” ujar pensiunan TNI AL tersebut.

Evert Julius melanjutkan ceritanya, “Jadi satu demi satu diangkat.”

Namun ada satu hal yang membuat proses evakuasi saat itu terasa sangat dramatis.

Hal tersebut adalah saat proses evakuasi pengangkatan jenazah Jenderal Sutoyo dan Ahmad Yani dari dalam sumur.

Baca Juga: Viral Relawan Puan Maharani Bertemu AHY, Tutupi Badannya dengan Selimut, Ternyata karena….

“Terus yang perlu diketahui pada saat Jenderal Sutoyo dan Pak Yani rupanya terikat jadi satu” tutur almarhum Evert Julius.

Tragisnya, tali yang hendak menarik jenazah Jenderal Sutoyo dan Ahmad Yani rantas dan akhirnya putus.

"sudah mau dekat mulut sumur itu putus.” imbuhnya.

Akibat dari insiden tersebut memyebabkan jenazah Jenderal Sutoyo dan Ahmad Yani terjatuh lebih dalam.

Baca Juga: Salah Satu Cara Taat Kepada Allah Melalui Tawasul, Simak Penjelasan Dari Kyai Najih Maemoen Zubair

“Jadi jatuh lagi yang katanya dalamnya 12 meter, terus akhirnya masuk lagi ngikat tarik.”

Hingga akhirnya proses evakuasi semua jenazah di dasar sumur Lubang Buaya selesai dilakukan.***

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Jendral Ahmad Yani
# Lubang Buaya
# G30S PKI
# jenazah
# sumur
# korban

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.