AYOJAKARTA.COM – Jelang hari pemungutan suara Pilkada Jakarta, cagub nomor urut satu menyambangi dua tokoh penting di kancah politik tanah air.
Selain Prabowo Subianto, pertemuan Ridwan Kamil menjelang Pilkada Jakarta juga diikuti dengan melakukan kunjungan ke kediaman Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah.
Meski mengaku hanya bertukar pandangan, kunjungan Ridwan Kamil ke Solo oleh sebagian kalangan justru dianggap merupakan salah satu agenda jelang perhelatan Pilkada Jakarta.
Terlebih karena dalam sejumlah survei, perolehan elektabilitas paslon nomor urut satu diketahui cenderung tidak mengalami peningkatan berarti atau bahkan terjadi stagnasi.
Terkait dengan harapan Ridwan Kamil untuk membantu mendongkrak perolehan suara di Pilkada Jakarta, kepada awak media Jokowi mengaku masih melakukan pertimbangan.
“Dalam proses akan diputuskan, nanti akan diputuskan sambil berjalan,” ungkap Presiden RI ketujuh yang Oktober lalu baru memasuki masa purna bakti.
Sehubungan dengan adanya pertemuan tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti memberikan tanggapan.
Menurut Ray, pertemuan cagub nomor urut satu dengan Prabowo serta Jokowi jelang pencoblosan Pilkada Jakarta tidak lain untuk mendongkrak perolehan suara.
“Tinggal dua minggu lagi jelang pencoblosan, itu sangat beresiko jika ada stagnasi elektabilitas dari Ridwan Kamil,” ungkap Ray.
Karena itu Ray menilai pertemuan Ridwan Kamil dengan kedua tokoh nasional tersebut berkaitan erat dengan peningkatan elektabilitas.
Baca Juga: Resmi! Jadwal Tes Wawancara Mitra Statistik 2025: Ini Kisi-Kisi Pertanyaan yang Bisa Jadi Acuan
Lebih lanjut Ray menilai, pertemuan RK dengan Prabowo serta Jokowi merupakan bentuk upaya mencari tambahan dukungan dan elektabilitas.
Namun demikian Ray menilai efek elektoral terhadap perolehan suara di Jakarta justru akan disebabkan karena pertemuannya dengan Prabowo Subianto.
Selain karena dukungan terhadap Prabowo lebih kuat, KIM Plus yang saat ini mendukung RK di Pilkada Jakarta juga merupakan kantong kemenangan saat Pilpres lalu.
“Di Pilpres Pak Prabowo memenangkan suara di Jakarta, karena lebih diterima masyarakat dibanding Pak Jokowi,” imbuh Ray.
Pertemuan RK dengan Prabowo dan Jokowi, menurut Ray bagian dari strategi agar Pilkada Jakarta dapat berlangsung satu putaran.
Untuk menghadapi skenario Pilkada Jakarta dalam dua putaran, Ray menilai kekuatan KIM Plus akan semakin mengalami banyak kesulitan.
“Karena seperti kita ketahui, pasangan Pramono-Rano tren elektabilitasnya terus meningkat padahal mereka jauh lebih lambat dideklarasikan,” jelas Ray.
Berbekal elektabilitas yang hanya mencapai 20 persen di awal deklarasi dan menembus di angka 30 dalam kurun waktu cepat, menurut Ray membuat RK perlu mencari dukungan. ***

Share this article
Jelang hari pemungutan suara Pilkada Jakarta, cagub nomor urut satu Ridwan Kamil diketahui bertemu Prabowo dan Jokowi