AYOJAKARTA.COM - Aksi penyampaikan pendapat atau demo buruh yang seharusnya dilaksanakan hari ini Selasa (30/9/2025) mendadak dibatalkan.
Awalnya, aksi demo buruh ini akan dilakukan di kawasan gedung DPR RI.
Ada tiga tuntutan yang sebenarnya akan disampaikan dalam aksi demo hari ini, yaitu:
1. RUU Ketenagakerjaan, meliputi penghapusan sistem outsourcing atau pekerja alih daya.
2. Kenaikan upah minimum 2026 kisaran 8,5 hingga 10,5 persen.
3. Mendorong reformasi pajak, termasuk menaikkan ambang batas PTKP menjadi Rp7,5 juta per bulan dan penghapusan pajak atas THR dan pesangon.
Namun, aksi demo buruh hari ini ternyata dibatalkan dengan alasan jika pimpinan DPR siap menerima 50 perwakilan Partai Buruh dan Koalisi Serikat Pekerja (KSP).
Dalam pertemuan nanti, perwakilan akan menyerahkan draf RUU ketenagakerjaan versi buruh Indonesia kepada DPR.
Batalnya aksi demo buruh hari ini langsung dikonfirmasi langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Partai Buruh, Said Iqbal.
"Melalui siaran pers KSP=PB ini, diberitahukan kepada media khalayak masyarakat lainnya, tidak ada atau dibatalkan aksi buruh KSP-PB pada 30 September 2025," ujar Said Iqbal.
Said mengatakan pertemuan antara buruh dan DPR akan digelar hari ini sekitar pukul 12.00 WIB.
Lantas apa isi dari draf RUU Ketenagakerjaan versi buruh yang akan diberikan kepada DPR nanti?
1. Prinsip-prinsip yang wajib dirumuskan dalam proses pembuatan RUU Ketenagakerjaan, baik secara formil maupun materiil.
2. Berisikan pokok-pokok pikiran RUU Ketenagakerjaan yang dibuat KSP-PB untuk memberikan perlindungan kepada buruh Indonesia seperti buruh manufaktur, buruh digital platform, buruh tenaga medis, buruh awak kapal, buruh tenaga pendidikan dan kampus, buruh BUMN, buruh tenaga honorer, buruh awak media dan jurnalis, buruh PRT, buruh migran, buruh gigs workers, dan sebagainya.
3. Sandingan norma hukum atau pasal-pasal RUU Ketenagakerjaan versi buruh yang dibuat oleh tim KSP PB.***

Share this article
Aksi demo buruh yang seharusnya digelar hari ini di Gedung DPR RI ternyata dibatalkan, perwakilan akan temui langsung pimpinan DPR siang ini.