AYOJAKARTA.COM - Berbicara tentang energi baru terbarukan, kini muncul bahan bakar bernama Petasol yang sedang dikembangkan.
Bahan bakar ini berbahan baku dari sampah plastik.
Seringkali dipadang sebelah mata, sampah plastik ternyata bisa dijadikan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.
BBM Petasol ini sedang dikembangkan oleh Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Cimahi.
Baca Juga: Gubernur Pramono Dorong Layanan QRIS Tap Diperluas, Bukan Hanya untuk Transum tapi Juga...
Mereka berhasil mengolah sampah plastik menjadi BBM Petasol.
Setiap hari, di Cimahi bisa memproduksi sekitar 250 ton sampah.
Dari sampah tersebut, 19-22 persennya adalah sampah plastik.
Terdapat dua jenis sampah plastik yakni high value dan low value.
1. High Value: Merupakan sampah plastik yang punya nilai ekonomi lebih tinggi, tapi masih banyak yang belum terkelola dengan baik.
Baca Juga: BRI Aktifkan Protokol Darurat BCM, Layanan Perbankan Tetap Jalan di Daerah Terisolir
2. Low Value: Merupakan sampah plastik yang seringkali dianggap tidak punya nilai ekonomi dan menjadi masalah lingkungan.
Dari sinilah, Perbanusa Cimahi mengembangkan teknologi untuk mengolah sampah plastik low value menjadi Petasol.
Bahan bakar ini diklaim punya kualitas setara dengan Pertadex.
Petasol yang dihasilkan memiliki cetane number antara 53-56, dengan rata-rata 54, sehingga setara dengan Pertamina Dex (Pertadex).
Disampaikan oleh Ketua Perbanusa Cimahi, Wahyu Dharmawan satu kg sampah plastik bisa menghasilkan 0,8 liter BBM Petasol.
Baca Juga: Sisa Bahan dan Makanan Menu MBG Ternyata Kembali Dikelola, Dimanfaatkan untuk Ini...
Sehingga kira-kira jika ada 25 ton sampah plastik bisa menghasilkan 20 kilo liter atau 20 ribu liter.
Ia mengatakan jika transaksi harian mereka adalah Rp11 ribu per liter, harga ini lebih murah dari Pertadex namun kualitas tetap sama.
Diketahui, saat ini harga Pertadex sendiri adalah Rp15 ribu per liter.
Maka jika ada 20 liter bisa mencapai Rp220 juta.
Baca Juga: Daftar 13 Stasiun untuk Daftar Angkutan Motor Gratis Nataru 2025/2026 dari PT KAI
Dengan adanya pengelolaan ini, tidak ada lagi sampah plastik yang dibakar, dibuang ke badan air atau digeser ke TPA.
Lebih lanjut, Wahyu tidak menutup kemungkinan adanya potensi dari sampah plastik low value yang nantinya datang dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan bandung Barat untuk diolah sekalian di Cimahi. ***

Share this article
Petasol, bahan bakar dari sampah plastik yang harganya lebih murah dari Pertadex tapi punya kualitas yang sama.