AYOJAKARTA.COM - Pengamat Politik Adi Prayitno memberikan tanggapanannya soal tarik-ulur PDIP dengan Anies Baswedan.
Pasalnya, perbedaan ideologi diantara PDIP dengan Anies Baswedan disebut-sebut sebagai tembok yang membatasi.
Akan tetapi, PDIP sendiri butuh sosok dengan nama besar untuk bersaing melawan KIM Plus di Pilkada Jakarta.
Menurut Adi Prayitno, satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Ridwan Kamil (RK) hanyalah Anies Baswedan.
Adi Prayitno juga mengatakan bahwa terlalu beresiko apabila kader-kader internal PDIP harus berhadapan dengan RK.
"Saya kira terlalu beresiko apabila harus berhadap-hadapan dengan Ridwan Kamil," kata Adi dikutip dari YouTube MetroTV pada Selasa, 29 Agustus 2024.
Adi Prayitno menyampaikan bahwa orang yang dapat bersaing melawan RK hanyalah Anies Baswedan saja.
"Nama yang realtif kompetitif bersaing untuk bisa mengalahkan Ridwan Kamil 'The One and Only" hanyalah Anies Baswedan," ucap Adi.
Menurutnya saat ini PDIP sedang dalam situasi yang rumit dalam kontestasinya di Pilkada Jakarta.
Pasalnya, PDIP membutuhkan nama besar untuk mengalahkan RK, di sisi lain ideologi tetaplah harus diutamakan sebagai sebuah partai.
Baca Juga: KPM Full Senyum! Ada 4 Bansos Tunai Cair Awal September 2024, Nominal Rp300 Ribu-Rp900 Ribu
"Di satu sisi PDIP butuh nama besar seperti Anies Baswedan, tapi pada saat yang bersamaan kaderisadi dan ideologi tetap yang utama bagi PDIP," ungkapnya.
Adi juga mengatakan PDIP bisa saja mengusung kader-kader dari internal PDIP apabila tidak memikirkan menang atau kalah.
Akan tetapi, melihat koalisi besar KIM Plus beserta nama Ridwan Kamil, menurutnya PDIP harus berpikir ulang untuk tidak mengusung Anies Baswedan.
"Jika untuk sekedar maju, menang kalah urusan belakangan, PDIP bisa mengusung siapa saja kader-kadernya,"
"Tapi untuk melawan kekuatannya KIM Plus dimana di situ ada Ridwan Kamil, saya kira PDIP harus berpikir ulang," tambahnya.***

Share this article
Pasalnya, perbedaan ideologi diantara PDIP dengan Anies Baswedan disebut-sebut sebagai tembok yang membatasi.