AYOJAKARTA.COM - Ancaman serta potensi terjadinya gempa berkekuatan besar yang dikenal dengan ‘megathrust’ sepertinya bukan isapan jempol belaka.
Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat akan potensi terjadinya gempa megathrust ini.
Sebagai informasi, fenomena megathrust ini merupakan gempa dengan skala besar yang magnitudonya diprediksi mencapai 8 hingga 9.
Begitu dahsyatnya magnitudo yang dihasilkan hingga membuat gempa megathrust juga berpotensi tsunami dengan tinggi mencapai 34 meter.
Rupanya, potensi terjadinya gempa megathrust ini sudah diteliti sejak 10 tahun terakhir oleh para ahli.
Salah satu ahli yang turut menginformasikan soal potensi gempa bumi megathrust tersebut adalah Heri Andreas.
Dikutip dari tayangan Youtube TV One News pada Selasa (20/8/2024), Heri Andreas merupakan seorang peneliti Geodesi ITB.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, Heri Andreas memaparkan jika gempa bumi megathrust sebenarnya adalah siklus 200 tahunan.
Di mana rangkaian gempa bumi dan tsunami atau megathrust siklus 200 tahunan ini bermula dari tahun 1400-an.
“Dari hasil penelitian di sekitar 1400an itu ada rangkaian gempa bumi dan tsunami,” ujar Heri.
“200 tahun berikutnya 1600-an juga ada catatan gempa bumi dan tsunami,” lanjutnya.
Selanjutnya di tahun 1800-1n atau 200 tahun kemudian juga ditemukan rangkaian gempa dan tsunami, yang kemudian disimpulkan jika pola megathrust ini adalah 200 tahunan.
Heri Andreas juga menegaskan jika di tahun 2000-an saat ini, situasi di wilayah megathrust sedang berada di ujung siklus pengulangan.
“Artinya ditahun 2000-an, sekarang 2022 kita sedang berada di ujung siklus pengulangan gempa besar dan tsunami,” jelas pakar Geodesi tersebut.
Meski begitu, kepastian kapan gempa megathrust ini bakal terjadi, Heri Andreas menuturkan tidak ada peneliti yang bisa menentukan.
Baca Juga: Viral Mpox Mulai Mewabah di Indonesia, Minum Racikan 3 Bahan Herbal Ini Agar Tak Tertular
“Kalau bicara kapan pastinya, belum ada peneliti yang bisa menentukan sampai dengan hari apalagi jamnya itu tidak ada,” katanya.
Lebih lanjut Heri mengatakan, “Tetapi dikenal siklus gempa bumi dimana gempa bisa berulang.”***

Share this article
Fenomena megathrust ini merupakan gempa dengan skala besar yang magnitudonya diprediksi mencapai 8 hingga 9.