AYOJAKARTA.COM -- Kasus cacar monyet atau MoneyPox (mpox) mulai menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.
Penyebaran kasus mpox ini mulai jadi perhatian serius usai meningkat di berbagai negara khususnya di wilayah benua Asia dan Afrika.
Untuk itu saat ini pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar tetap waspada terhadap penyebaran cacar monyet atau mpox.
Siti Nadia Tarmizi selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes mengakui, memang ada kenaikan angka kasus mpox di Indonesia.
Hanya saja saat ini pihaknya belum bisa memberikan data spesifik, meski begitu pihaknya sudah menerima data dari Dinkes DKI Jakarta.
Berdasarkan data yang diterima dari Dinkes Jakarta tersebut ada sebanyak 11 kasus Mpox yang ditemukan sepanjang tahun 2024 ini.
Baca Juga: Waspada! Total Kasus Terkonfirmasi Capai 87 di Indonesia, Begini Gejala Mpox pada Manusia
“Ada penambahan kasus dari tahun sebelumnya khususnya dari tahun 2022,” terang Siti Nadia.
“Tetapi angka kenaikan terbatas pada kelompok orang yang melakukan perilaku seksual beresiko karena memang itu pola penularan mpox," Lanjutnya.
Oleh karena itu, Siti Nadia meminta agar masyarakat bisa lebih menjaga kebersihan serta menghindari perilaku seks yang berisiko.
Sebagai informasi, strain mpox yang berkembang di wilayah Asia Tenggara diketahui sudah sampai pada clade 2b.
Baca Juga: Jumlah Kasus Cacar Monyet atau Monkeypox Alami Peningkatan, Ini 3 Kelompok Berisiko Paling Rentan
Berbeda dengan wilayah Afrika yang sudah menyebar 1b dengan hampir 500 infeksi yang menyebabkan kematian.
Dikutip dari laman resmi infeksimerging.kemkes.go.id pada Sabtu, 17 Agustus 2024, berikut update mingguan mpox di Indonesia.
Data ini berdasarkan data Minggu Epidemiologi Ke-30 dan ke-31 2024 (periode 21 Juli-3 Agustus 2024).
Provinsi DKI Jakarta
- Kasus Konfirmasi:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 58
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 58
- Kasus Sembuh:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 58
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 58
- Kasus Meninggal:
Baca Juga: Hati-Hati! Inilah Kelompok yang Beresiko Tertular Cacar Monyet
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 0
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 0
Provinsi Jawa Barat
- Kasus Konfirmasi:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 13
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 13
- Kasus Sembuh:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 13
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 13
- Kasus Meninggal:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 0
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 0
Provinsi Banten
- Kasus Konfirmasi:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 9
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 9
- Kasus Sembuh:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 8
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 8
- Kasus Meninggal:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 0
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 0
Provinsi Kepulauan Riau
- Kasus Konfirmasi:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 1
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 1
- Kasus Sembuh:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 1
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 1
- Kasus Meninggal:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 0
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 0
Provinsi Jawa Timur
- Kasus Konfirmasi:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 3
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 3
- Kasus Sembuh:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 3
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 3
Baca Juga: 6 Langkah untuk Mencegah Tertular Cacar Monyet yang makin Menyebar
- Kasus Meninggal:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 0
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 0
Provinsi DIY
- Kasus Konfirmasi:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 3
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 3
- Kasus Sembuh:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 3
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 3
Baca Juga: 2 Warga Tangerang Selatan Positif Cacar Monyet atau Monkey Pox, Dinkes: Sudah Ditangani dan Isolasi
- Kasus Meninggal:
· Sampai dengan 20 Juli 2024: 0
· 21 Juli-3 Agustus 2024: 0
· KUM: 0.***
Share this article
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar tetap waspada terhadap penyebaran cacar monyet atau mpox.