Alasan Mengapa Kamu Harus Pilih Pemda dalam Seleksi CPNS, Peluang Lolos Lebih Besar dan Saingan Sedikit!

Alasan mengapa Pemda menjadi pilihan terbaik dalam seleksi CPNS tahun 2024.
Alasan mengapa Pemda menjadi pilihan terbaik dalam seleksi CPNS tahun 2024.

AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah memastikan bahwa seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan kembali di buka tahun ini.

Hal tersebut telah disampaikan langsung oleh presiden Joko Widodo, dan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Sama seperti tahun sebelumnya, dalam seleksi CPNS tahun ini pemerintah juga memastikan akan membuka formasi untuk Pemerintah Daerah (Pemda).

Baca Juga: Tanggal Lahir Istri yang Dipercaya Jadi Pembawa Rezeki untuk Suami, Beruntung Kalau Pasanganmu Lahir di Tanggal 3, 6, 9, 12, dan 15

Perlu kamu ketahui, ada beberapa alasan mengapa Pemda menjadi pilihan terbaik dalam seleksi CPNS tahun 2024.

Dikutip dari Instagram @cpns.asn, Jumat, 12 April 2024, berikut ini lima alasan Pemda menjadi pilihan terbaik:

1. Tes Lebih Mudah dan Ringkas
Seleksi Pemda menggunakan dua tes seleksi yaitu Seleksi Kemampuan Dasar (SKD), dan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB).

Pemda tidak memberlakukan tes wawancara, dan tes TOEFL seperti instansi yang lain.

Baca Juga: Program Beasiswa S2 Luar Negeri Kementrian Kominfo Tahun 2024 Akan Dibuka Mulai April, Peluang Bagi Kamu yang Ingin Lanjut Studi Tanpa Biaya

2. Bisa Mendaftar di Daerah Manapun
Dapat dibilang calon peserta memiliki kesempatan untuk memilih daerah mana yang ingin didaftar.

Termasuk di CPNS Pemda, karena pada umumkan pemilihan Pemda dalam seleksi CPNS tidak terbatas oleh domisili.

Untuk SKB Pemda menggunakan sistem CAT, dan peserta dapat memilih lokasi terdekat sesuai dengan tempat tinggal.

3. Tidak Rawan Mutasi
Setelah dinyatakan lolos dalam seleksi CPNS di Pemda, peserta memiliki peluang yang sangat kecil untuk dimutasi ke daerah lain.

Baca Juga: Ternyata Perayaan Sesuatu bisa Meningkatkan Kesehatan Mental Kita Lho

Berbeda dengan instansi pusat, yang mengharuskan peserta siap untuk dimutasi ke berbagai daerah di Indonesia dari Sabang sampai Marauke.

4. Kuota Lebih Banyak Dibandingkan Pusat
Jika dilihat pada seleksi CPNS tahun sebelumnya, formasi yang dibutuhkan di Pemda lebih banyak dibandingkan pusat.

5. Peluang Lolos Besar dan Saingan Sedikit
Dibandingkan dengan instansi pusat yang banyak peminatnya, Pemda memiliki formasi yang tidak banyak diminati.

Baca Juga: Belum Juga Cair Pasca Lebaran Idulfitri, BLT Mitigasi Risiko Pangan Akan Cair Bulan April Ini?

Hal inilah yang menjadikan peserta memiliki peluang lolos yang besar, jika memilih Pemda sebagai instansi dalam seleksi CPNS.

Demikian alasan mengapa Pemda menjadi pilihan yang tepat dalam seleksi CPNS.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pemda
# CPNS
# 2024

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).