AYOJAKARTA.COM — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan dan menyerukan kehati-hatian pemerintah dalam rencana evakuasi warga Palestina dari Jalur Gaza.
PGI menegaskan bahwa kebijakan sensitif tersebut tidak boleh diambil secara tergesa-gesa tanpa pertimbangan yang komprehensif.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan PGI, Pdt. Johan Kristantara, menyatakan bahwa gagasan ini harus dikaji secara serius dengan memperhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM).
Baca Juga: Ada Bercak Hitam di Wajah? Itu Namanya Hiperpigmentasi, Begini Cara Mengatasinya
"Harus ada kajian yang mendalam dan berlandaskan pada nilai-nilai HAM," ujar Johan.
Meski demikian, Johan memahami bahwa gagasan evakuasi tersebut muncul dari niat baik Presiden Prabowo Subianto yang dilandasi semangat kemanusiaan dan empati terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Menurutnya, PGI tidak menolak misi kemanusiaan, tetapi menekankan perlunya kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan baru, terutama dari sisi diplomasi dan hak sipil warga yang dievakuasi.
Lebih lanjut, PGI kembali menegaskan posisinya yang konsisten mendukung penghentian kekerasan di Jalur Gaza.
Johan menyatakan bahwa sejak 2023, PGI terus menyuarakan penghentian agresi militer oleh Israel terhadap rakyat Palestina.
"Kami mendorong masyarakat internasional untuk bersama-sama mencari solusi damai dan berkelanjutan bagi situasi di Gaza. Kekerasan harus dihentikan," tegasnya.
PGI juga menekankan bahwa wilayah Gaza adalah bagian dari tanah milik rakyat Palestina yang harus dihormati kedaulatannya.
Menurut Johan, penghormatan terhadap hak dan martabat rakyat Palestina menjadi prinsip utama dalam setiap langkah kemanusiaan yang diambil.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk meminta konsultasi serta dukungan dari para pemimpin negara di Timur Tengah terkait rencana evakuasi warga Palestina ke Indonesia.
Ia menegaskan bahwa evakuasi ini bersifat sementara dan bukan merupakan bentuk relokasi permanen.
Namun demikian, rencana tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan, menyusul laporan bahwa Israel dan Amerika Serikat disebut-sebut tengah merancang strategi untuk mengosongkan Jalur Gaza dari penduduk Palestina secara menyeluruh.***

Share this article
Johan memahami bahwa gagasan evakuasi tersebut muncul dari niat baik Presiden Prabowo Subianto yang dilandasi semangat kemanusiaan