Pakar Hukum Sebut Hak Angket Tepat Sasaran untuk Telusuri Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti
Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti

AYOJAKARTA.COM – Wacana pengajuan hak angket DPR untuk menelusuri dugaan kecurangan Pemilu 2024 menimbulkan pro dan kontra.

Misalnya seperti kubu Prabowo-Gibran yang berpandangan bahwa hak angket DPR tidak bisa digunakan untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024 karena dianggap wewenang Mahkamah Konstitusi (MK).

Akan tetapi, pandangan lain datang dari kubu Ganjar-Mahfud yang menilai hak angket digunakan untuk memeriksa kebijakan pemerintah yang berdasarkan kewenangan tertentu.

Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti mengatakan bahwa masalah sengketa hasil Pemilu 2024 dengan dugaan kecurangan harus dibedakan.

Baca Juga: Aktris Film Dirty Vote dan Pakar Hukum Tata Negara Komentari Hak Angket, Bivitri Susanti: Sangat Perlu untuk Dilakukan

Bivitri Susanti menyampaikan dugaan kecurangan yang dilakukan presiden tidak bisa dibongkar dalam perkara di MK sehingga yang paling tepat adalah menggunakan hak angket.

“Bagaimana presiden menyalahgunakan kekuasaannya ini memang tidak bisa dibongkar dalam perkara di MK. Jadi memang sebenarnya forum yang paling tepat memang hak angket. Tapi sebenarnya hak angket dengan perselisihan hasil pemilihan umum di MK itu dua hal yang berbeda. Menurut saya hak angket tetap dan sangat perlu untuk dilakukan,” kata Bivitri Susanti dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Rabu (28/2/2024).

Bivitri mengungkapkan penggunaan hak angket tepat sasaran apabila digunakan untuk menelusuri dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Justru, ia menyebut dugaan kecurangan Pemilu 2024 memang harus dibongkar melalui forum seperti hak angket.

Baca Juga: Mengurai Makna Slogan Siap Kalah Siap Menang, Pakar Hukum Tata Negara: Hak Angket Menjadi Tempat Ideal Membongkar Dugaan Kecurangan Pemilu

Ini karena DPR akan menjalankan fungsi pengawasannya terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah.

“Tepat sasaran karena kita harus lihat konteksnya apa yang dilakukan terkait dengan kebijakan pemerintah yang akan mempengaruhi suara dalam Pemilu itu tempatnya dibongkarnya justru di forum seperti hak angket itu. Karena di situlah DPR melakukan fungsi pengawasannya terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Bivitri menjelaskan apabila hanya bertumpu pada sengketa hasil Pemilu 2024 maka tidak banyak yang bisa dibicarakan.

Selain itu, Bivitri juga menyebut ada keterbatasan waktu untuk suatu perkara di sidang di MK.

Baca Juga: Bansos Dituding Political Move, Pakar Keuangan dan Ekonomi: Saya Melihat Belum Dewasa dalam Berdemokrasi

Karena keterbatasan waktu, sering kali MK juga akan membatasi orang-orang yang akan dipanggil seperti saksi hingga ahli.

“Harus diingat bahkan dari segi konstrain waktu di MK itu perkara hanya disidang dalam waktu dua minggu saja. Biasanya karena keterbatasan waktu, MK juga akan membatasi saksi yang dipanggil, ahli yang dipanggil dan seterusnya sehingga sering kali kebenaran materiil itu tidak bisa diungkap dalam persidangan di MK. Bukan tidak percaya MK, memang forumnya berbeda. MK itu perselisihan hasil Pemilu saja. Jadi memang tidak akan bisa membahas kebijakan-kebijakan pemerintah,” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pakar hukum tata negara
# Hak Angket
# Pemilu 2024
# Bivitri Susanti
# MK
# DPR

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.