AYOJAKARTA.COM - Pemerintah telah merencanakan pencairan bantuan sosial (bansos) sebelum Pemilu pada 14 Februari 204, termasuk di dalamnya BLT dengan nominal Rp 600.000.
Tren percepatan pencairan bantuan sosial (bansos) ini menjadi perhatian dengan banyak perubahan yang terjadi dalam waktu singkat.
Dalam prosesnya, bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) telah dicairkan melalui KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) bank himbara termasuk BRI, BNI dan Bank Mandiri.
Namun, ada catatan bahwa untuk PKH yang dicairkan melalui BSI, masih belum ada bukti otentik bahwa bantuan tersebut telah cair.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Ariawanagus pada Rabu 7 Februari 2024, sebagian besar KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sudah mulai menerima bantuan PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).
Namun masih menunggu pencairan dari PT Pos untuk bantuan PKH dan BPNT serta BLT Mitigasi Risiko Pangan.
Terkait BLT, terdapat penjelasan mengenai perubahan data yang memengaruhi penerima bantuan.
Data bantuan berasal dari Badan Pangan Nasional dan berbeda dengan data yang digunakan tahun sebelumnya.
Hal ini menjelaskan mengapa ada KPM yang sebelumnya menerima bantuan beras, namun tak lagi menerima di tahun ini.
Sementara itu, bantuan yang pertama kali dijamin akan cair adalah bantuan beras sebesar 10 kg yang telah berlangsung sejak Januari 2024 lalu dan diperpanjang hingga Juni 2024 untuk mengurangi dampak dari El Nino.
Adapun bantuan PKH dan BPNT serta BLT Mitigasi Risiko Pangan diharapkan cair sebelum Pemilu 2024 dengan berbagai upaya dan koordinasi yang dilakukan.
Bantuan tersebut mencakup PKH untuk golongan lansia dan disabilitas dengan alokasi untuk tiga bulan serta BLT Mitigasi Risiko Pangan dengan nominal Rp 600.000 yang akan dicairkan melalui PT Pos.
Baca Juga: Cek Daya Tampung 9 PTN Prodi Kedokteran Baru di SNBP 2024, Tersedia Hanya 10-15 Kursi per Univ
Sementara itu, bantuan PKPT (Program Keluarga Penerima Tunggal) telah mengalami perubahan dengan nominal yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Namun, terkait dengan BLT Mitigasi Risiko Pangan masih ada keterbatasan informasi yang membuat pencairan menjadi belum pasti.
Data yang belum update menjadi salah satu tantangan dalam proses pencairan bantuan ini.
Meski demikian, pemerintah optimis bahwa seluruh bantuan sosial tersebut akan dicairkan dengan lancar dan berharap agar proses pencairan dapat segera dilakukan baik melalui KKS maupun PT Pos.
Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah tantangan yang dihadapi.***

Share this article
Sebelum Pemilu 2024, pemerintah akan mencairkan bansos Rp 600 ribu pada para KPM, bagaimana dengan BLT Mitigasi Risiko Pangan?