Prabowo Blak-blakan Jawab Soal Revisi RUU TNI yang Jadi Polemik dan Kontroversi, Warganet: Presiden Prabowo Tidak Menjawab

Presiden Prabowo Jawab Soal Isu sensitif RUU TNI dan aparat yang abusif
Presiden Prabowo Jawab Soal Isu sensitif RUU TNI dan aparat yang abusif

AYOJAKARTA.COM - Presiden Indonesia Prabowo Subianto diketahui mengundang 7 wartawan senior untuk membagikan opininya terkait isu-isu yang beredar di masyarakat saa tini.

Wawancara eksklusif ini pun diketahui berlangsung pada Minggu 6 April 2025. 

Setidaknya 7 Jurnalis yang diundang dalam kesempatan itu ialah Najwa Shihab selaku founder Narasi, Uni Lubis, Pemred IDN Times, Alfito Deannova Gintings Pemred detikcom, Lalu Mara Satriawangsa, Pemred tvOne, Sutta Dharmasaputra, Pemred Harian Kompas, Retno Pinasti Pemred SCTV-Indosiar serta Valerian Daniel News Anchor TVRI yang hadir sebagai moderator.

Baca Juga: Terkena Flu Pasca Lebaran 2025? Rekomendasi Obat Alami yang Mudah Didapatkan di Dapur Kamu Ini Ya...

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo banyak berdiskusi dan berbagi opininya terkait berbagai hal.

Mulai dari pencapaian 150 hari bekerja, isu sensitif RUU TNI, RUU Polri, Danantara hingga menyoal aturan tarif dagang terbaru dari Donald Trump.

Namun, ada yang menarik dari jawaban yang dilontarkan Prabowo ketika ditanya mengenai isu sensitif RUU TNI yang dilakukan tidak transparan dan terkesan kebut yang disebutkan demi kepentingan rakyat.

Dimana fakta menunjukan bahwa rakyat hingga saat ini menolak hasil sidang paripurna RUU TNI yang dilakukan oleh Komisi 1 DPR RI beberapa waktu lalu.

Pertanyaan ini pun disampaikan oleh Uni Lubis selaku Pemred IDN Times yang menyinggung soal cepatnya RUU TNI ini disahkan, perilaku abusive aparat hingga menyinggung RUU perampasan aset yang seharusnya menjadi urgensi utama, jika melihat dari keinginan Prabowo untuk memberantas korupsi.

"pertama bagaimana Presiden melihat demo mahasiswa dan civil society serta penanganan apart yang masih abusive, yang jelas-jelas petugas medis saja kena kasus kekerasan, ambulan dibelokan ke polres, Kedua apasih urgensinya RUU TNI harus dibahas begitu cepat ini kan masuk ke proyek Nasional tahun 2025 yakni 18 February dan 20 Maret sudah masuk sidang paripurna, jadi apa urgensinya RUU TNI harus direvisi? Dan sampai hari ini park in the spirit accountability dan transparansi sampai hari ini tidak ada yang bisa mengakses draft RUU TNI yang sudah disahkan di Paripurna, kan nanti setelah 30 hari Presiden harus tanda tangani ya, Apakah akan ditanda tangani? Karena khawatir ya ialah yang disahkan dan disetujui di Paripurna yang selama ini digembar gemborkan pasal 7, pasal 47 ya sama 53 kalau saya tidak salah, rakyat khawatir jangan-jangan yang di tanda tangan presiden berbeda seperti waktu kasus UU Cipta Kerja apa yang disahkan di paripurna, ketika jadi Undang-Undang ada pasal yang berbeda, gimana presiden melihat hal ini di 150 bekerja di mana demo dilakukan di kota-kota kecil yang biasanya tidak ada demo itu ada demo? Apa alasan urgensi dipercepat, kenapa tidak rancangan UU perampasan asset misalnya? Karena Presiden sangat concern terhadap korupsi di buku bapak Gagasan Prabowo halaman 195-196, bapak mengatakan setiap negara yang tidak mampu Mengatasi korupsi di pemerintahannya negara itu akan bubar, ini kan yang sebetulnya yang urgent? dan di pidato bapak selalu menyatakan hal itu?," Tanya Uni Lubis dikutip ayojakarta.com dari kanal YouTube Narasi. 

Baca Juga: Mengenal Tahapan Pemulihan dan Waktu yang Tepat untuk Kembali Beraktivitas Setelah Kuret

"Baik, masalah demo biasa, dalam negara sebesar kita, kita sepakat berdemokrasi, orang berdemo dijamin oleh UU Dasar hak berserikat menurut saya biasa, kalau ada abusive yah kita harus investigasi secara hukum, tapi mba Uni harus tahu, coba perhatian secara objektif dan jujur Apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar? Harus objektif dong iyakan,"

"Pertama ada demo efisiensi katanya Dana pendidikan akan dikurangi jadi harus ojektif, Kita bukan anak ekcim mbak uni, Kita hormati hak demo asal demonya damai tidak meyulut kerusuhan, kalau bakar bakar ban itu bukan damai dan kenapa abusive Kita punya pengalaman, saya Mantan pengamanan juga kadang petugas dilempar kotoran manusia, Kita harus waspada ada kekuatan asing untuk adu domba, ini berlaku lazim, pemerintah trump... Jadi saya mengajak kita untuk berpikir jernih hak tapi kalau demo menimbulkan kerusuhan ini melawan kepentingan rakyat," panjang Prabowo mengenai pernyataan demo yang abusive tanpa menjawab soal RUU TNI yang menjadi isu sensitif. 

"Soal kenapa RUU TNI dipercepat?" lanjut Uni Lubis

"RUU TNI dipercepat karena kita mengalami fenomena panglima TNI 1 than ganti, kasat 1 tahun ganti, kan usianya habis untuk kariernya dan begitu dia mau pakai usia habis, di mana kita punya suatu organisasi yang pemimpinnya ganti tiap tahun? Jadi saya mohon, inti dari RUU TNI ini hanya memperpanjang pensiun, nggak ada niat TNI Dwi Fungsi lagi come on nonsense saya lihat, " ujar Prabowo 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kita jangan lihat kondisi Sekarang tapi harus lihat kondisi tahun 50-an.

"Kita jangan lihat Sekarang Kita harus lihat kondisi tahun 50-an," lanjutnya

"Jadi kondisi zaman berbeda, menurut saya UU TNI itu non issue tidak ada niat, semua pejabat yang akan masuk jabatan sipil pensiun dini hanya beberapa lembaga yang diizinkan, itu rakyat juga tahu kok,"

'Tapi transparansi semuanya yang memicu demo sebetulnya, selain konten yang mengarah ke militerisme kayak zaman orde baru?," 

'Sudahlah mba uni,nggak ada militerisme apa? Kenapa orang nggak ribut kalau Thailand kudeta berkali-kali, Anda ngerti nggak? Militerisme apa?," jelas Prabowo.

Baca Juga: 6 Jenis Obat Ini Bisa Merusak Ginjal, Hati-hati! Sering Jadi Bahan Stock di Rumah 

Menanggapi jawaban Prabowo dalam wawancara eksklusif' tersebut warganet pun banyak ikut berkomentar.

Banyak dari masyarakat yang merasa bahwa Prabowo tidak menjawab isu sensitif yang sedang ramai di masyarakat seperti dikutip ayojakarta dari kolom komentar YouTube Narasi.

"Kecewa sama jawaban Presiden tentang abusive di demo an pasar saham...,' tulis akun @nathankirt376 

"Pak Prabowo dari awal debat capres juga jawabannya udah ngelantur ngalor ngidul ga nyambung, terus Sekarang setelah terpilih kita berekspektasi Komunikasi beliau jadi bagus? Come on.. nonsense..," ulis akun @astrobois2883 

"Judul seharusnya " Presiden Prabowo Tidak Menjawab", tulis akun @xoxouwuwww 

Sebagai informasi, masyarakat hingga saat ini masih menolak pengesahan revisi UU TNI bahkan sedang melakukan demo damai dengan mendirikan tenda di depan Gedung DPR RI pada Senin 7 April 2025.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Paripurna
# aparat
# revisi
# RUU TNI
# Demo
# Prabowo

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).