AYOJAKARTA.COM - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya menanggapi sejumlah pernyataan Tom Lembong.
Luhut Binsar menceramahi habis-habisan Tom Lembong yang saat ini menjadi Co-captain 2 Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Ia berpesan kepada Tom Lembong untuk tak menceritakan hal yang tidak baik.
"Ini saya titip pada Tom (Lembong), anda walaupun sudah tidak di goverment lagi, jangan menceritakan yang tidak baik, padahal tidak sepenuhnya benar di luar," ujar Luhut Binsar Pandjaitan dikutip ayojakarta.com dari Instagram pribadinya, Kamis (25/1/2024).
Luhut menyoroti soal Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang menjadi andalan Tom untuk menyerang program hilirisasi nikel pada rezim Presiden Jokowi.
Tom sempat menyebut bahwa negara lain sudah mulai meninggalkan nikel Indonesia untuk menggunakan mobil listrik yang kemudian beralih ke LFP.
Luhut pun kemudian membantah apa yang dikatakan Tom Lembong.
"Tidak benar pabrik Tesla di Shanghai menggunakan 100 persen LFP untuk mobil listriknya. Mereka masih tetap menggunakan nikel based baterai. Jadi, seperti suplai nikel based baterai itu dilakukan oleh LG Korea Selatan untuk model mobil listrik yang diproduksi Tesla di Shanghai," jelasnya.
"Jadi, saya nggak ngerti bagaimana Tom Lembong memberikan statement seperti ini. Bagaimana anda memberikan advice bohong kepada calon pemimpin yang anda dukung, saya sedih lihat anda. Artinya, intelektual anda menurut saya jadi saya ragukan," tuturnya.
Terkait pernyataan eks Menteri Perdagangan itu soal membantu memberikan contekan pada Presiden Jokowi selama berada di kabinet Jokowi juga ikut disoroti.
"Anda jangan GR juga bilang kasih note kepada ayahnya Mas Gibran (Jokowi), memang hanya Tom Lembong saja? yang paling banyak kasih note kepada Pak Presiden (Jokowi) adalah Bu Menteri Luar Negeri Retno," klaim Luhut.
"Itu bukan terjadi pada Presiden Jokowi saja, semua kepala negara itu kalau bilateral pasti ada yang di belakang ngasih note. Apakah karena anda hebat melakukan itu? Tidak. Itu tugas anda sebagai pembantu presiden, sebagai Menteri Perdagangan waktu itu dan sebagai Kepala BKPM," pungkasnya.
Baca Juga: Ceritakan Suasana yang Berubah di Rapat Kabinet, Mahfud MD: Ada yang Hilang
Menko Marves itupun meminta Tom Lembong tak banyak berkoar-koar di luar sana apalagi sampai memberikan cerita bohong.
Ia menyarankan agar Tom lebih baik berkaca diri dan merefleksikan hasil kerjanya dulu saat menjadi bawahan Presiden Jokowi.
"Anda harus refleksi juga apa sih yang anda lakukan sebagai Menteri Perdagangan, coba tanya dirimu. Waktu anda (kepala) BKPM, apa yang anda lakukan? Anda kan ditugasi untuk Online Single Submissions (OSS). Saya ingat betul itu bagaimana anda curhat ke saya, tapi itulah, sampai anda meninggalkan kabinet tidak pernah selesai OSS," ungkapnya.***

Share this article
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan geram dengan kebohongan Tom Lembong soal nikel hingga katakan ini.