AYOJAKARTA.COM - Prabowo Subianto dalam debat calon Presiden (capres) 2024 menyinggung soal polusi udara DKI Jakarta kepada Anies Baswedan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto menyebut polusi di DKI Jakarta sering kali menjadi tertinggi di dunia kala Anies Baswedan masih menjabat sebagai Gubernur DKI.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompastv Pontianak, Prabowo Subianto menilai Anies Baswedan tidak dapat berbuat yang berarti untuk mengurangi polusi DKI dengan anggaran yang telah disediakan.
“Selama Mas Anies memimpin, DKI sering kali menerima indeks polusi tertinggi di dunia, bagaimana dengan anggaran Rp 80 T,” ujar Prabowo.
“Pak Anies sebagai Gubernur tidak dapat berbuat sesuatu yang berarti untuk mengurangi polusi,” imbuhnya.
Mendengar hal tersebut, Anies mengatakan bahwa itu adalah pertanyaan yang bagus namun tidak akurat.
Ia pun kemudian mencontohkan, suatu daerah dikatakan tidak ada Covid-19 ketika pandemi karena tidak ada alat untuk mengetesnya.
Sementara di tempat lain ada Covid-19 karena ada alat untuk mengetesnya.
“Ketika satu daerah mengatakan di tempat kami tidak ada Covid, di tempat kami Covid banyak lalu yang tidak ada Covid kami tanya kenapa tidak ada Covid, kami nggak punya alat testing Pak, karena tidak ada alat testing maka tidak ada Covid, yang punya alat testing maka ada Covid,” jelasnya.
Dia kemudian menerangkan, jika polusi udara bersumber dari dalam Jakarta, maka akan konsisten kotor.
Dia juga menjelaskan bahwa angin tidak punya KTP yang bisa bergerak kesana kemari.
“Tapi apa yang terjadi? Ada hari di mana kita bersih, ada hari di mana kita kotor. Ada masa Minggu pagi Jagakarsa sangat kotor, apa yang terjadi? Polusi udara tidak punya KTP, angin tidak punya KTP. Angin itu bergerak dari sana ke sini," ujar Anies.
“Ketika polutan PLTU mengalir ke Jakarta, maka Jakarta ada indikator polusi udara. Ketika angin bergerak ke Lampung, ke Sumatra, ke Laut Jawa, di sana tidak ada monitor, maka Jakarta pada saat itu bersih. Kalau problem dalam kota saja, maka konsisten tiap waktu kita punya masalah, konsisten tiap waktu ya kita punya masalah polusi," pungkasnya.
Bacapres nomor urut 1 itu pun menjelaskan apa saja langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi polusi di DKI, misalnya pengendalian emisi, elektrifikasi kendaraan umum, dan konversi kendaraan umum.
Anies mengklaim bahwa sebelumnya pengguna kendaraan umum hanya 350 ribu orang per hari, sementara kini meningkat menjadi 1 juta orang per hari.

Share this article
Prabowo singgung polusi di DKI saat jadi gubernur, Anies Baswedan: Angin tak punya KTP. Debat penuh argumen!