AYOJAKARTA.COM – Memasuki hari kesepuluh kampanye terbuka, capres Anies Baswedan menjadikan Lampung sebagai lokasi kunjungan.
Kota Lampung merupakan kota keempat di luar pulau Jawa yang disambangi Anies Baswedan selama masa kampanye terbuka.
Sebelum menyapa warga di Provinsi Lampung, capres Anies Baswedan sudah mengunjungi masyarakat di Medan, Banjarmasin, serta Bengkulu.
Baca Juga: Colek Jokowi, Susi Pudjiastuti Ngaku Sedih dengan Menu Makanan Cegah Stunting Depok
Setibanya di Provinsi Lampung, Anies Baswedan mendapat sambutan sangat antusias dari masyarakat luas serta mahasiswa.
Meski warga yang ingin menyambut sempat berdesak-desakan, namun antusiasme tersebut dipandang Anies sebagai sebuah bentuk kemesraan.
Selain didampingi oleh Almuzzammil Yusuf yang merupakan Co Captain Timnas Amin dari PKS, kedatangan Anies di Lampung juga ditemani sejumlah elit Koalisi Perubahan.
Di samping akan melakukan dialog terbuka di Universitas Malahayati, capres Anies Baswedan juga berkesempatan untuk berdialog dengan peternak sapi.
Baca Juga: Buntut Panjang Salah Sebut Asam Folat Jadi Asam Sulfat, Gibran Kena Sindir Anies Baswedan?
Kegiatan Desak Anies akan menjadi agenda penutup yang akan dilakukan capres Anies Baswedan dalam kunjungan kampanye.
Saat menghadiri acara Desak Anies di Banjarmasin, Anies berkomitmen untuk melakukan perubahan di sektor transportasi.
Bukan hanya perbaikan sektor transportasi, Anies juga berjanji akan membuat lapangan sepak bola bertaraf internasional jika mendapat mandat sebagai presiden dari rakyat.
Saat berdialog dengan para peternak Sapi, Anies sempat dimintai pendapat terkait dengan masih besarnya persoalan gizi di Indonesia.
Sempat mengalami kendala luar biasa akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku di tahun 2020, Anies berkomitmen untuk membawa perubahan bagi seluruh peternak di Indonesia.
Menyikapi keluhan tersebut, salah satu poin penting yang menjadi fokus perubahan bagi peternak adalah regulasi menyangkut daging sapi.
Menurut Anies dengan adanya perubahan di sektor tata niaga daging, maka akan sangat berdampak pada peningkatan gizi masyarakat Indonesia.
“Persoalan gizi di Indonesia itu bisa diselesaikan, salah satunya dengan memperbaiki tata niaga pangan khususnya daging Sapi,” jelas Anies.
Besarnya rentang perbedaan konsumsi daging Sapi antara masyarakat dunia dengan Indonesia, menurut Anies perlu dilakukan perubahan.
“Konsumsi rata-rata daging sapi per tahun dunia itu 6,3 kilogram, Indonesia rata-rata konsumsi daging Sapi per tahun itu 2,5, jadi kita sangat rendah,” imbuh Anies.
Anies menambahkan, dibandingkan dengan negara Malaysia konsumsi daging sapi rakyat Indonesia terlihat jomplang karena mencapai 8 kilo per kapita.
“Karena itu, kalau kita ingin membereskan persoalan gizi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah dengan tata niaga daging sapi,” terang Anies. ***

Share this article
Capres Anies Baswedan di Lampung berkomitmen atasi stunting melalui perubahan di sektor daging. Bagaimana caranya?