AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) dengan nomor urut 1 pada Pilpres 2024 tidak menerima bila masyarakat Indonesia memiliki IQ sebesar 78.
Diketahui IQ adalah singkatan dari Intelligence Quotient yang merupakan tingkatan kemampuan seseorang untuk menalar, memecahkan masalah, belajar, memahami gagasan, berpikir dan merencanakan sesuatu.
Sebelumnya ada yang beranggapan bahwa masyarakat Indonesia mayoritas memiliki IQ paling rendah yakni 78.
Baca Juga: Balas Kritik Anies Baswedan Soal IKN Timbulkan Ketimpangan Baru, Jokowi: Justru Kebalikannya!
Menanggapi hal tersebut, Capres dari Koalisi Perubahan itu menilai bahwa pernyataan mayoritas IQ orang Indonesia 78 patut dipertanyakan.
"Saya terus terang tidak percaya dengan angka 78 IQ itu dan menurut saya itu harus dipertanyakan ulang secara mendasar," kata Anies Baswedan dikutip ayojakarta.com dari suara.com, Kamis (30/11/2023).
Anies Baswedan menilai jika dilabeli IQ rendah, maka hal tersebut akan menghancurkan kepercayaan diri, sehingga ia meminta agar publik tak lagi membahas hal tersebut.
"Itu menghancurkan kepercayaan diri kita dengan mengatakan rata-rata IQ orang Indonesia itu 78. Itu menurut saya tidak boleh kita ulang-ulang cek lagi," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Anies Baswedan merasa heran kenapa publik mengatakan IQ orang Indonesia mayoritasnya 78, kemudian dirinya membandingkan dengan IQ simpanse yang terbilang lebih tinggi dibandingkan IQ masyarakat Indonesia.
"Masa IQ simpanse lebih besar dari rata-rata orang Indonesia yang bener saja, coba anda cek, simpanse itu 90-an," imbuh Anies Baswedan.
Ia menyarankan masyarakat Indonesia agar mengecek kembali dan yakin bahwa orang Indonesia memiliki potensi IQ yang lebih besar.
"Soal IQ ini adalah sesuatu yang harus kita cek ulang bener-bener review ulang, sambil kita bilang potensi kita ini besar sekali. Kesempatan saja yang mungkin kita belum jawab," tutur Anies Baswedan.
Diketahui Anies Baswedan menyampaikan hal tersebut setelah mengunjungi wilayah Bandung dalam rangka kampanye di hari kedua.
Selain IQ, Anies Baswedan juga mengkritik angka investasi di Indonesia yang tak sejurus dengan peningkatan lapangan pekerjaan.
Anies Baswedan menilai bahwa investasi yang selama ini diupayakan pemerintah justru belum menyerap banyak tenaga kerja.
"Jadi ketika investasi kita melonjak dari sekitar 400 triliun di 2013, sekarang menjadi 1.200 triliun di tahun 2022. Angka itu lonjakannya tinggi," jelas Anies Baswedan.***

Share this article
Tak percaya mayoritas IQ orang Indonesia rendah, Anies Baswedan bandingkan dengan IQ simpanse yang lebih tinggi.