AYOJAKARTA.COM — Salah satu lembaga survei di Indonesia yaitu Indo Riset kembali membeberkan hasil tren elektabilitas 3 bakal calon presiden atau bacapres yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Survei ini dilakukan pada tanggal 11-18 September atau kurang lebih satu sampai 2 Minggu setelah Anies Baswedan dan Cak Imin resmi mendeklarasikan diri.
Pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin mendeklarasikan diri sebagai capres dan cawapres pada tanggal 2 September 2023 lalu.
Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan nilai margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaannya adalah sebesar 95 persen.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Naik Usai Gandeng Cak Imin, DPP Partai NasDem Ungkap Rasa Syukur
Untuk diketahui bahwa lembaga survei Info Riset ini adalah anggota dari perkumpulan survei opini publik Indonesia sejak tahun 2018.
Tren elektabilitas tiga nama capres yang dikeluarkan oleh Indo Riset terkini cukup memiliki banyak perubahan dimana ada yang mengalami kenaikan dan ada juga mengalami penurunan.
Perubahan cukup signifikan ditunjukkan kepada capres Anies Baswedan yang dalam survei tersebut rupanya mengalami sejumlah kenaikan.
Dari hasil survei yang dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV, terlihat jika capres Anies Baswedan memang masih menduduki pada posisi terakhir dari Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo tetapi cukup mengalami kenaikan prosentase.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Terus Naik, Partai NasDem Optimis akan Menang di Pilpres 2024
Pada survei terkini di bulan September ini, Anies mendapatkan suara sebesar 25,2 persen yang artinya mengalami kenaikan dari bulan Agustus yang hanya 22 persen.
Sedangkan Prabowo Subianto justru mengalami penurunan suara di bulan September ini yaitu menjadi 34,8 persen setelah di bulan Agustus mendapatkan suara 38,3 persen.
Kemudian untuk Ganjar Pranowo mendapat suara yang cukup stagnan yaitu sebesar 34,4 persen dari bulan Agustus yang memperoleh suara 34,3 persen.
Kenaikan yang dialami Anies Baswedan cukup siginifikan di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur.
Kenaikan ini lantas memberikan anggapan bahwa pihak Anies telah berhasil dalam menggandeng Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres membawa dampak yang cukup positif.***
Sebaliknya, suara Prabowo di Jawa Timur dinilai hilang karena telah digantikan oleh Anies-Cak Imin usai PKB keluar dari koalisinya.
Namun, tren elektabilitas ini masih tetap dapat berubah seiring dengan perkembangan posisi cawapres yang saat ini masih belum diumumkan dari capres Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.***

Share this article
Perubahan cukup signifikan ditunjukkan kepada capres Anies Baswedan yang dalam survei rupanya mengalami sejumlah kenaikan.