AYOJAKARTA.COM - Lagi-lagi salah satu Menteri Jokowi dikuliti netizen karena diduga melakukan tindakan menyimpang.
Kini giliran Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly yang mendapatkan sorotan publik.
Namun kali ini bukan dirinya yang sedang ramai dibicarakan, tapi sepak terjang putranya yakni Yamitema Laoly.
Hal ini setelah Twitter @PartaiSocmed mengungkap beberapa kejanggalan di lapas setelah mengunggah ulang pengakuan aktor senior Tio Pakusadewo saat melakukan podcast bersama Uya Kuya.
Baca Juga: Wow! Aktor Kondang Tio Pakusadewo Menjalankan Bisnis Ganja!
Seperti diketahui, Tio Pakusadewo pernah mendekam dalam sel terkait kasus penyalahgunaan narkotika.
Dalam video tersebut, Tio Pakusadewo mengungkapkan ada pabrik narkoba di dalam lapas.
Tak berhenti di situ, ia juga menyentil keterlibatan anak menteri meskipun tidak disebutkan siapa namanya.
"Even pabriknya pun ada di dalam, mereka bikin di dalem, ini kartel ini", ucap Tio Pakusadewo dalam video tersebut.
Baca Juga: Tio Pakusadewo Ditangkap Lagi Karena Narkoba
Twitter @PartaiSocmed lantas menegaskan bahwa yang dimaksud oleh Tio Pakusadewo adalah anak dari Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM RI.
"Yang dimaksud Tio Pakusadewo pada bagian akhir video ini adalah Jeera Foundation dan perusahaannya PT Natur Palas Indonesia yg memonopoli bisnis koperasi dan kantin di beberapa lapas besar, di mana anak Yasonna Laoly jadi Chairman dan Co Founder," tulis Twitter @PartaiSocmed.
Tak hanya itu, akun tersebut bahkan membongkar monopoli koperasi dalam lapas yang diduga dikuasai oleh Yamitema (Tema) Laoly putra Menteri Yasonna Laoly tersebut dalam sebuah tampilan utas berjudul "BISNIS GURIH RUTAN/LAPAS ANAK MENKUMHAM YASONNA LAOLY".
Dalam beberapa tampilan utas tersebut, Twitter @PartaiSocmed mengunggah beberapa foto bukti bahwa Yamitema Laoly merupakan chairman Jeera Foundation (PT Natur Palas Indonesia) yang menguasai koperasi dalam rutan.
Akun tersebut juga menampilkan salah satu bukti tangkapan layar surat perjanjian Jeera Foundation (PT Natur Palas Indonesia) dengan Lapas Kelas I Malang.
Dalam surat tersebut tertulis bahwa PT Natur Palas akan membayar hak kelola seluruh unit usaha koperasi sebesar Rp 220 juta per bulan, namun kemudian di tengah perjalanan perjanjian tersebut diubah menjadi Rp 128 juta per bulan.
Namun yang menjadi sorotan adalah hubungan antara Tema Laoly dengan Co Foundernya yakni seorang mantan napi korupsi Wisma Atlet Hambalang, Rino Lande.
"Tema Laoly sbg Chairman dan Co Founder tetapi sebenarnya Think-Tank dari Jeera Foundation ini adalah Rino Lande, mantan napi korupsi wisma atlet Hambalang," tulis Twitter @PartaiSocmed.***

Share this article
Yamitema Laoly anak Menteri Yasonna Laoly diduga terlibat monopoli bisnis di lapas setelah viralnya video pengakuan Tio Pakusadewo.