AYOJAKARTA.COM - Kasus Aditya Hasibuan putra dari AKBP Achiruddin Hasibuan belakangan ini menyita perhatian publik.
Setelah kasus penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan kepada Ken Admiral, kini AKBP Achiruddin Hasibuan juga ikut terseret.
Dalam video penganiayaannya yang beredar, AKBP Achiruddin Hasibuan nampak berada dalam TKP menyaksikan anaknya melakukan kekerasan kepada Ken Admiral.
Dilansir dari YouTube tvOneNews pada Sabtu, 29 April 2023, Saor Siagian selaku Pegiat Anti Korupsi turut menanggapi kasus tersebut.
Saor Siagian mengucapkan turut berduka cita yang mana di tengah umat muslim merayakan hari Raya Idul Fitri, ada seorang perwira Polisi yang mencoreng dan menyakitkan rasa hati nurani masyarakat.
Di mana ada seorang perwira Polisi menengah yang bukannya melerai tetapi malah menyaksikan penganiayaan tersebut.
Baca Juga: Buntut Aksi Penganiayaan Anaknya, Gudang Penimbunan BBM Milik Achiruddin Hasibuan Digeledah
Saor menilai bahwa itu adalah kegagalan kultural di Kepolisian Indonesia.
“Dia menyaksikan penganiayaan itu mengatakan biar gentle kemudian mereka melakukan duel, ini menurut saya tragedi kegagalan kultural di Kepolisian,” kata Saor.
Menurutnya, bahkan seorang preman di Terminal pun tidak ada yang menonton orang yang sedang dianiaya.
Baca Juga: Borok AKBP Achiruddin Hasibuan Terendus, Diduga Miliki Gudang Solar hingga Terlibat Pencucian Uang
“Kalau seorang perwira menengah saja, seorang serse kemudian mempunyai mindset seperti itu coba bayangkan yang saya ingat ini adalah peradaban rimba di terminal, preman sekalipun nggak model kaya gini, mereka itu tidak menonton,” ujarnya.
Menurutnya, ayah Aditya Hasibuan ini pantas mendapatkan sanksi pemecatan secara tidak hormat.
“Saya kira ini layak di PTDH, tidak berhenti di sana saya kira,” ujarnya.
Apalagi perwira Polisi itu diduga terlibat dalam kasus pencuian uang.
Hal itu karena hartanya yang tidak wajar namun melaporkan harta kekayaannya pada LHKPN sesuai dengan gaya hidup mewahnya.***

Share this article
Saor Siagian seakan prihatin ada seorang perwira Polisi menengah yang bukannya melerai tetapi malah menyaksikan penganiayaan tersebut.